..aku cape;

“nampaknya kematian adalah solusi terbaik bwtku saat ini. rasanya berat menjalani hidup. aku pengecut banget. hubungan sosialku amat buruk. aku cape, pengen istirahat dlu dr hidupku skarang. aku pengen mondok di pesantren, pengen ngisi jiwa yang kosong. pengen ngebersihin hati, tapi aku cape sekarang. aku bukan muslim yang baik,”

itu adalah bunyi SMS yang mampir ke HPku beberapa hari yang lalu. ehm…tampak menyeramkan!! terus terang akupun kaget saat pertama kali membacanya. dari SMS itu terlihat sekali puncak kejenuhan hidup dari si pengirim. rasa ketidak berdayaan diri sangat mengekangnya, kalo tak boleh disebut putus asa…

merasa tak berdaya?
terkungkung oleh kelemahan jiwa?
mati potensi?
hal itu sangat wajar terjadi, sebab kita manusia biasa, bukan malaikat atau nabi.. DIA menciptakan segala sesuatunya dari tidak ada menjadi ada..dari tidak tahu supaya mencari tahu..dan dari tidak berdaya menjadi berdaya guna. semua itu adalah proses yang terjadi dalam kehidupan manusia. dan mau tidak mau kita harus menjalaninya. dengan keikhlasan atau keterpaksaan. karena Allah akan selalu memberi sesuatu yang sejatinya kita butuhkan, bukan sesuatu yang kita inginkan.
…boleh jadi kmu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu… (QS.2:216)

saudaraku…
hidup adalah proses menuju kesempurnaan, itu sebabnya Allah menciptakan ketidak berdayaan agar kita terus belajar dan tak pernah “merasa pintar”. masalah hadir untuk mendewasakan, mengukur keikhlasan, kasabaran, dan ketangguhan jiwa manusia. kita dibwtNYa jatuh, agar kita belajar bangkit…sebab Allah tahu kita mampu!!

fur my lovely sist… “hidup itu indah..”
jatinangor pagi hari_

menuliskannya kembali, serasa ada yang menusuk dihati. mengingat ketidaksempurnaan diri. mengingat betapa putus asa gampang sekali menghampiri. teringat chat dengan seorang sahabat:

“kalaulah ada jaminan masuk surga, tentulah lebih baik meninggal sekarang juga. tapi bukankah surga itu harus diupayakan dg usaha2 kita di dunia?”

Iklan