Laki-Laki Surga

darah itu sewarna pelangi tujuh rupa

elok dipandang mata

lukanya menoreh senyum bidadari

saat mengering terpanggang mentari

air matanya menggenang di balik cahaya bintang

mengalir tenang menuju telaga kaustar

bibirnya merekah indah

mengulum senyum di ambang pintu firdaus

sepoi menyapanya lembut,

meniupkan kesturi mendobrak negeri-negeri tirani

rintihan doa dari segala penjuru

layaknya karpet merah menghadirkan titian

menuju langit ketujuh

hidupnya telah sempurna

kini ia bahagia;

sketsa surga memahat tanah tercintanya

“ya ayyuhanafsul muthmainnah,

irji’i ilaa rabbiki raadhiatan mardiyyah

fadkhuli fii ‘ibaadi fadkhulii jannatii”

Bandung 120109

Iklan