pada Hujan

Hujan itu telah mengirimiku lagu

Dengan lirik syahdu yang terlukis pada larik pelangi seusainya

Ada tatap beku penuh harap duduk diberanda berteman secangkir teh hangat

Dia tersenyum pada langit yang masih saja kelabu

dengan sederet mimpi2 biru

“ah.. andai saja waktu memberi ruang pada atap bambu

maka secangkir teh hangat akan melelehkan sebatang coklat. “ katanya

*untuk hujan

Iklan