adalah IA;

Jagalah Allah niscaya kamu akan mendapati-Nya di depanmu; kenalilah Allah pada saat mendapat kemudahan, niscaya Dia akan mengenalmu saat kamu mendapat kesulitan. Ketahuilah bahwa apa yang bukan jatahmu tidak akan mengenaimu dan apa yang menjadi jatahmu tidak akan salah sasaran. Ketahuilah bahwa pertolongan Allah bersama kesabaran; kelapangan ada bersama kesempitan; dan kemudahan ada bersama kesulitan. (Al-Hakim dan Ahmad)

Entah kenapa; tibatiba aku merasa bahagia pagi ini

Hmmm….

Tepatnya setelah melengkapi tulisan dan menemukan janji yang semakin membuatku merasa tenang, setelah beberapa hari uring2an dan membuat repot banyak orang.

So sori 2 my roommate, tin janji ini untuk yang terakhir. Dan titin ga akan kapok ko. Tin janji; dan ini bukan kepadamu…. πŸ™‚

Beberapa waktu lalu berhasil memaksa seorang sahabat untuk tersenyum. Maaf, suka ribet if ga dikasih senyum. Kekhawatiranku menyakiti saudara membuatku begitu. heuheu.lebay yah..? hingga akhirnya mendapati jawaban:

Ya.. ya.. mulai skrang, tanpa emo pun matahari kan sll tersenyum untukmu. Ya sudah tenang2lah disana, disini matahari sll tersenyum untukmu. Hmm.. so sweetlaah! Giliran aku yang ngakak digituin. Alla kulli hal, terimakasih untuk senyum mataharinya ^^

Pagi2 tadi udah di telp seorang sahabat yang sedang terkena musibah, tapi seperti biasa. Ga akan pernah ada alasan untuk kita bertangisan or bermuka sedih meski kita sedang sama2 tak enak hati. Selalu saja ada alasan untuk tersenyum. Selalu saja ada alasan untuk tertawa mengingat banyak hal yang sudah terjadi.

Tengkyu aa’ untuk selalu tersenyum bersama.. (sumpe dey… msh jadi pertanyaan kita berdua kan, knapa kalo kita ktemu or telp kita ga pnah ga ketawa2, meski ceritanya lg sedih.. )

Dua malam yang lalu juga mendapat pertanyaan sahabat, apa itu bahagia? Ahh.. kalau saja aku boleh bilang; aku (masih) lupa rasanya bahagia. Tapi dengan tegas aku berkata; bahagia adalah IA. Saat kita dengan lapang jiwa menerima apa2 yang menurutNya baik. Saat kita berusaha untuk tetap tersenyum memaknai segala yang terjadi sebagai jalan surga. Apalah yang lebih membahagiakan kita selain syukur yang terejawantah melalui bibir yang penuh dzikir, hati yang senantiasa tersenyum, jiwa lapang yang menghadirkan atmosfier tenang untuk menghadapi apa yang terbentang dihadapan?

Bahagia itu ada disini, di dalam hati kita sendiri. Bahagia itu ada disini. Pada langkah ringan menatap masa depan. Bahagia itu ada disini. Pada tangan yang selalu berusaha berkarya untukNya. Bahagia itu ada disini. Ada dimata, telinga, tangan dan kaki dan hati kita sendiri. Bahagia itu ada disini. Ada pada senyum kita sendiri.


*** Untuk 6 bulan yang menyenangkan, 6 bulan yang “memaksaku” mencari alasan agar tetap tersenyum atas apapun yang terjadi. Meski pada akhirnya hanya ada satu alasan. Adalah IA. Yang menjelma pada senyum saudara baruku, yang menjelma pada bunga dan coklat yang special dipersiapkan penuh cinta hanya untukku. Di hari itu. hari ini. dan harihari selanjutnya.

Senyum matahari…………….. ^,^



Iklan