*giung?

Linda Langit Fahirah

“Cinta dalam persaudaraan itu seperti permen,manis dan menyenangkan ketika membaginya.”

August 14 at 5:07pm via Mobile Web ·

Comment · Like Siti Nani Aisyah likes this.

Abdullah Reza Silalahi First

kalo seperti permen cepet habis atuh., habis manish ikut ditelan, hehehe, btw, apa kabar linda..? skrg di rzi yach..?

August 17 at 8:30am · Like

Linda Langit Fahirah

kalo manisnya keterlaluan,bisa bikin sakit gigi kak.begitu juga ukhuwah.kalo gak pandai bisa bikin barisan sakit hati.. aku alhamdulillah baik.. iya,skarang di rumah zakat..

August 18 at 8:39pm · Like

Abdullah Reza Silalahi Full

yahh, begitulah., hemm., kalo dirumah zakat brarti zakatnya juga gede donk, hehehe.. .

August 22 at 12:33am · Like

Prihatin Nur Latifah

hmm.. baru nyadar ttg status ini TT

*apa aku berlebih mbagi permen?

Yesterday at 7:52am · Like ·

Linda Langit Fahirah

mungkin iya teh..

Yesterday at 4:13pm · Like

Prihatin Nur Latifah

TT apa kau jg giung?

Yesterday at 4:16pm · Like ·

Linda Langit Fahirah

iya teh..

Yesterday at 8:18pm · Like

Prihatin Nur Latifah

TT

Yesterday at 8:46pm · Like ·

Linda Langit Fahirah

makanya.. jangan kebanyakian makan n’ bagi-bagiin permen, slain kita giung,temen kita jadi maruk ngunpulin permen dari kita ;p

13 hours ago · Like

Prihatin Nur Latifah

ga ko.. kpn.tin.bagiin.kekamu coba .org autis.sdunia bgitu.. tin jg g byk stok pmen..

12 hours ago · Like ·

Linda Langit Fahirah

heheheh… jangan berhenti ngasih permen ke aku ya..

12 hours ago · Like

“giung?”

Baru ngeh’ juga ada giung dalam ukhuwah? Begitukah? Dan apa aku termasuk orang yang berlebihan dengannya? Sehingga menyebabkan “giung” dan sakit gigi, jika interaksi didalamnya di ibaratkan serupa permen yang manis? *seperti perumpamaan dari seorang adik dalam statusnya FB-nya tersebut?

Ada rasa tidak terima juga if aku dibilang terlalu berlebih dalam ukhuwah, sehingga menyebabkan orang lain “sakitgigi.” Sebab aku sendiri tak pernah merasa berlebih. Standar aja semuanya. Memberi perhatian kepada saudara bukannya wajar, memperlakukan saudara dengan cara paling istimewa yang kita bisa bukannya wajar?

Hmm.. entahlah, karena pada kenyataannya tak sekali dua aku membuat kecewa saudara 😦

“Jadilah Teman Dekat Yang Tidak Menyandra”

Judul Majalah Tarbawi edisi Agustus ini cukup membuatku tercekat. Sesaat aku tertegun melihat tulisan sampul majalah tersebut di lapak-lapak yang di gelar pada Kajian Rutin hari Ahad Percikan Iman.

dan lebih tertegun  lagi, saat membaca sedikit ulasannya;

Teman adalah karunia. Terlebih jika ada kedekatan yang membangkitkan gairah iman dan amal saat bersamanya. Dialah salah satu nikmat ang dimiliki seorang muslim dalam hidupnya. Seperti kata Umar Bin Khataab:

Tidak ada nikmat yang lebih baik dari teman yang shalih, yang diberikan kepada seorang hamba setelah Islam. Jika dia lupa temannya mengingatkan, jika dia ingat ia membantunya. Siapa dari kalian mendapatkan cinta dari temannya, hendaklah ia memegangnya, karena sesungguhnya hal itu sangat jarang ditemukan.

Sayangnya tidak semua teman dekat berbuat demikian. Bahkan seringkali sebaliknya. Kita yang barangkali saat ini juga menjadi teman dekat seseorang bisa jadi justru menyusahkannya.

Astaghfirullahal’adzim..

hamba berlindung padaMu ya Rabbi, apabila hamba termasuk teman yang dzolim. Yang tidak menularkan kebaikan tetapi hanya menyusahkan. TT

Maafkan aku teman,

Jangkauan tangan ini terlalu pendek, hingga tak dapat merengkuh kalian semua. Telinga ini terlalu egois, hingga tak selalu sabar mendengar kesah kalian.  Dan bibir inipun seringkali cape meski hanya sekedar membagi senyum.

Tapi sungguh, aku berusaha untuk selalu mengingat kalian dalam doadoaku setiap saat. Dan semoga Ia berkenan mempertemukan kita di jalan yang terindah. di tempat terindah di surgaNya ^^

*spesial untuk wajah cahayaku.. afwan semua, TT (tin spicles!!)

-saat bulan tak lagi punama-

Kbm 23.57

Iklan