dear PAGI,

 

pagi, berarti satu hari lagi yang melelahkan telah terlampaui. satu malam lagi dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati. malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan dan helaan nafas tertahan.

(Senja Bersama Rosie, Darwis Darwis)

-untuk pagi gundah-

 

dear pagi,

acap aku malas menemuimu. maaf. tapipun sekeras apa usahaku untuk pergi darimu, bukankah itu hal yang siasia? ia hanya akan berimbas pada rasa syukurmu yang kian terkubur. ia hanya akan membuatmu makin tenggelam di antara jutaan manusia yang bahkan bergembira menyambut kokok ayam saat matahari mulai menampakkan diri.

apa yang dapat kukatakan lagi padamu? selain tak penting menjadi, seperti, atau bagaimana keadaan kamu sekarang –pagi ini, akan tetapi lakukan hal paling baik yang kau bisa saat menjadi, saat seperti, dan saat bagaimanapun keadaanmu sekarang –pagi ini.

percaya padaku. tersenyumlah pada pagimu, tempatkan ia di bilik paling lapang dalam jiwamu. dan mulailah memamah bekal yang telah kau siapkan sesaat sebelum cahaya. bukankah cemilannya juga sudah kau siapkan pada sepenggalah dan pada paruh waktu hari ini? kau juga bisa meneguk minuman segarNya tiap saat kau mau. dan Ingatlah, akan Ia yang tak pernah ingkar janji. apalah arti beban dan masalahmu di bandingkan dua kemudahan yang Ia janjikan saat kau mengalami kesulitan.

 

yeeeah, JIKA HARUS PAGI!

ada sang Penguasa Hari šŸ™‚

 

selamat bekerja, ambilah jeda untuk berekreasi sembari menyeduh bekal di tiap waktuNya ^_^

 

 

Iklan