*bukan puisi*

bismillah, memulai kembali sebuah perjalanan. meski belukar dan perdu saling mengaduh sendu. memulainya disini, dari sini, tentang semua cerita. melerainya.. semoga menjadi jalan untuk mengarifi kata Tuhan.
tibatiba menemukan kalimat tersebut di lembar-lembar terakhir buku diary yang sengaja kutinggal di kamar kosan. sayangnya, tanpa tempat dan tanggal penulisan.
hmm.. mungkin tepatnya“mari kita lanjutkan perjalanan ini (kembali)..” semoga berkah di awal, tengah hingga akhirnya. aamiin.

takdir takkan pernah salah berkisah, bukan?
**
kembali menapaki aspal-aspal jalanan. Kembali di riuhkan dengan suara anak-anak kosan. Kembali sendirian. Kalau dulu ada yang rajin telpon dan  bertanya kabar serta kegiatan harian, maka sekarang aku yang rajin menelpon dan bertanya apa kabarnya. Kalau dulu jarang ada kerinduan yang menghentak-hentak, maka sekarang hampir tiap malam aku menangis karena rindu.
Wahai Rabb, Engkau sebaik-baik penjaga. Maka apatah lagi yang perlu ku khawatirkan?
*ingin melihat senyumnya*
10.41
Iklan