tembang megatruh;

 

aku ingat banyak hal di bulan Juli

tentang musim yang enggan berganti.

tentang rindu selatan yang dikabarkan sang matahari

tentang gigil yang menyapa pagi

tentang angin sepoi yang mengundang kantuk dipertengahan hari

tentangmu yang mencerabih. perih

tentang tembang megatruh. tentang petirahan

tentang buncah harapan. tentang senyum kemenangan

tentang sepatu atau seragam baru

tentang senyum malu-malu

tentang mata-mata yang gemintang

tentang gelak diΒ senja yang belia

tentang epik yang terkisah di sepertiga awal

tentang a-ba-ta-tsa yang masih terbata

tentang nafas yang tersengal setelah berlarian dalam permaianan

tentang langgar yang penuh kenangan di malam-malam panjang

tentang kerlip bintang yang menerangi langit kelam

tentang cerita rembulan keemasan

tentang sepertiga akhir bulan yang menenangkan. mendebarkan.

tentangku. tentangNya. tentang kita.

tembang megatruh,

tembang tentang kematian; memegat ruh

aku pernah posting puisi di atas beberapa waktu lalu. dan berita kematian itu memang benar adanya. kau kini berada di petirahan abadi. jauh dari bising dunia. semoga apa yang pernah kau buat benar-benar bisa menemanimu disana. menjadi penerang rumahmu dari gulita hari yang entah sampai kapan lagi.

ingin aku bercerita banyak, banyaaak dan banyaaak hal tentangmu. sungguh, hal itu takkan membuatku pedih. sebab aku hanya ingin mengingatmu dalam senyum, meski terkadang tak bisa kupungkiri tentang air mata yang bisa saja menetes tiba-tiba. tapipun itu bukan karena aku tak rela, kau percaya kan? πŸ™‚

ini hanya masalah waktu, cepat atau lambat aku juga kan menyusulmu. memegat ruh.Β  sekarang yang kupikirkan hanyalah, bagaimana caranya mencari, menambah teman untuk mendampingiku kelak. agar rumahku terang berpelita.

aku kangen, kangen. doaku untukmu, selalu. πŸ™‚

meski berapa kalipun aku mencari, aku tak menemukanmu hilang. kau masih utuh ada. meski kini taklagi bersanding raga. aneh? biarlah, sebab kenyataannya memang begitu. senyummu, kata-katamu, pesanmu. masih terasa sama. seseorang bilang, “sebab ia ada di dirimu, Tin. pada laku yang telah di wariskannya bertahun kepadamu.”

iyakah? :’)

Luv u..

di hari ke 90 mu πŸ™‚

Iklan