mata hujan 1

“Hujan selalu punya mata. Matalalu. Matarindu. Matalaku”

Menurutmu mana yang lebih tajam diantaranya? Manakah ia yang menjadi ratu dalam detak detikmu menikmati rintik ritmis air cucuran awan itu?

Rasa-rasanya nuraniku terlalu buram untuk menerbangkannya kembali ke langit. Ia akan seenaknya memburai segala kenang serupa kunang berkerlipan di tengah gulita malam. Tak jua beranjak menjadi penerang, hanya indah dipandang.

 

***

11/4/12

Iklan