: teruntuk jiwa

sejatinya pada siapa engkau ingin berscerita? tentang kesah, tentang detik yang gelisah, tentang cinta yang terbelah. tak utuh lagi untukNya. :(

mengapa masih juga kau manjakan hati, sayang. membuang waktu sepenuh kelopak matamu. menguar canda selebar mulutmu. melantunkan dzikir hanya pada lelah waktumu. pada senggang yang sengaja kau sisakan.

Ia? hanya kebagian sisa malam. sisa istirahat siang. sisa kala bercanda dengan kawan. dan sebenar-benar sisa tenagamu. itukah, kamu? yang masih bercita-cita menjadi syuhada di jalanNya.

lalu lewat jalan mana kau gapai itu, sayang?

melalui air mata yang terlanjur mengering sepanjang hari dan malammu? melalui sekeping dua keping rupiah yang kau lempar ke pengamen jalanan? melalui satu dua ayat terbata yang kau lantunkan di harimu yang selalu indah, bergelimang nikmat dariNya? atau melalui hafalan yang belum jua kau selesaikan?

melalui apa? jawab Aku!

ย 

: teruntuk Prihatin Nurlatifah

sadarlah wahai jiwa..!

ย 

Soeta, 19/4/12

 

 

Iklan