kepada puisi

Aku ingin berkata maaf, untuk waktu yang terlipat

Serta rindu yang mulai mencuri tempat

Di hati, di jiwa, di seluruh otak kita 

Pada  lirislirik yang mulai memayah

Merintih lirih menghamba luka kadang bahagia

Lalu yang sering kau baca

Adalah samar asa di kemudian

Masihkah ia?

Bukankah masa depan adalah sebaik-baik peta saat berkendara

Dan  gurat lalu menjelma kaca spion, hanya sekali dua kita wajib menengoknya

 

Hingga kini apa yang membuatmu risau?

sedang esok adalah misteri terbaik di sepenggalah usia

Iapun akan beralih cermin

Yang sebentar kembali ditengok sebagai deretan rindu

Akan kamu

4/5/12

00.00

Iklan