catatan ramadhan

Ramadhan dan Doa-Doa Panjang

Maka ramadhan kali ini adalah ramadhan tercepat yang pernah kulalui. Tak seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya, rasanya hari dibulan ini begitu cepat berlalu. Bahkan  saat aroma puasa belum sempat kubaui, tiba-tiba saja sudah sampai di 10 hari terakhir. Targetan amalan seakan berkejaran dengan pongahnya waktu yang tak pernah mau menunggu. Belum kurasa terkantuk-kantuk dengan mushaf di tangan, belum sempat aku berlelah lelah dalam tarawih berjamaah. Apalagi I’tikaf. Semoga Allah sudah mencatatkan niatku sebagai sebuah amal baik. Jauh panggang dari api kalau aku harus memaksakan diri ikut I’tikaf.

Maka ramadhan kali ini adalah ramadhan tercepat yang pernah kulalui. tanpa menu buka dan sahur di meja makan, tanpa tarawih di masjid apalagi sekadar jamaah untuk subuhan. Niatan untuk I’tikaf? Terpaksa kukubur dalam-dalam ia. Sangat berharap untuk bertemu dengan ramadhan tahun depan, dan aku bisa melalui ramadhan dengan lebih sempurna.

***

itu adalah catatan ramadhan tahun lalu yang tak terselesaikan. ramadhan yang amat berkesan. di rumah sakit. berbincang ringan dengan Bapak yang masih dapat utuh berbicara, mengingat bahkan menuntutku berjanji untuk segera menikah.

Maha Suci Allah yang masih memberiku usia hingga sekarang. ramadhan tahun berikutnya. merantau bekerja, dan semua akan indah pada waktuNya ;).

catatan ramadhan tahun ini? semoga segala target terselesaikan dengan baik. itikaf, tilawah dan segala efek yang dapat terasa hingga usainya bulan ini.

mampukan, Rabbi

Iklan