berbahagialah gelisah #sebabperjalananadalahteman -3

hari ini aku nyaris berboncengan lagi. dengannya.

^^

emang kenapa kita gakboleh boncengan?

keberadaanNya.

tapi aku merasa jadi mempersulit diri. telat ngantor, ongkos mahal pula.

coba kau lakuin hal itu di depan orang yang kau kenal baik. beranikah?

udah. udah! berhenti ngomongin ini.

ahaha! kau yang mule. aku cuma bilang keberadaanNya. yang maksudku justru bukan hanya keberadaan manusia yang bikin kita malu nglakuin dosa. nyatanya kau masih peduli padaNya meski gda org yang kau kenal. emang kau mau, ku jawab dengan kata; khalwat? kau kenapa?

mungkin karena hati taklagi bening. jadi merasa hidup kadang tak adil. mungkin karena lagi banyak nuntut, jadi hidup terasa sesak. menyerah, meibi.

hidup ini memang hanya perlu dijalani. j.a.l.a.n.i. tanpa perlu menuntut ini itu. tapi harus memancangkan harap terus padaNya, bukan manusia. kau menyerah? resign? diem? pulang? gila? bunuh diri? pasti gda dari itu kan? lalu menyerah itu yang seperti apa?

menyerah dg ‘takpunya’ harapan padaNya.. tak bersyukur, kehilangan sabar, menggerutu,. menggugatNya. taksanggup menjalani hidup.. bukankah itu kemenyerahan yang lebih menakutkan? menyerang yang bikin kita jadi pecundang?

lalu kalo taksanggup menjalani hidup mau bgmna? kerja tanpa ruh? males makan? ngeluh? berarti itu masih sanggup hidup. aah.. maaf aku cuma ingin mengurai satusatu simpul yang mungkin juga menjeratku.
…….

mendekap gelisah..

biasanya gelisah akan membawa rasa runyam dan tak nyaman. membawa hari yang biru menjadi kelabu, mengubah renyah tawa menjadi titis air mata, atau yang lebih parahnya menyebabkan lingkungan sekitar bertanya-tanya bahkan terganggu karenanya. tapi sungguh, bila gelisah bermuara pada air mata dan ketakutan padaNya, bukankah hal itu lebih baik daripada takada gelisah, takada air mata bahkan takada rasa takut saat berselisih dengan aturanNya?

maka berbahagialah memiliki gelisah, mendekap rasa yang membuncah, air mata tumpah dan wajah tertunduk membasah. berbahagialah berkarib gelisah, jika ia membuatmu ingin segera terlepas dari tawanannya, ingin ringan melangkah dengan kepala tegak pertanda tak menyerah. maka selamat memeluk gelisah, jika ia bisa menjadi prasyarat agar kita mulia, hingga kelak menginjakkan kaki di surga tertinggiNya.

..sebab apapun cerita ia harus membuatmu mulia. didepanNya. titik.

Soeta 550, 3/9/12

Iklan