kembang dua sembilan

bunga1

satusatu kelopak luruh, pada daun jendela ia memilih jatuh. menemani rinai pada jenak almanak yang menyisa jejak basah pada bening kacanya. pada hening cayanya. pada yang semula tiada hingga kemudian menginjak angka satu di januari dan jelang tigapuluh di akhir desembernya.

takada yang berubah dari kembang kamboja yang kupungut sore tadi di halaman hati. menantiasa memerah merona, serupa rinduku yang selalunya merekah tak kenal pagi datang maupun sore menghilang.

aku rindu, :’).

tepat di angka dua sembilanmu, hingga tiga puluh taksempat kau jumpai lagi. takusah khawatir, sebab kembang itu setia menemani kami, meski kau taklagi menyiraminya tiap hari. takperlu khawatir sebab gadis kecilmu akan tetap tersenyum menapaki waktu yang berjingkat dari satu, dua, tiga, hingga akhir dua sembilan dan saat Β tiadamu di awal tigapuluh.

“aku janji, menjadi makin baik tanpamu. menjadi makin tangguh setelah sepenuh duasembilan bersamamu hingga kelak Ia pertemukan kita di surga indahNya. semoga.”

Β 

**untukmu yang taksempat menikmati angka 30. aku rindu, selalu.

(29/11/11 — 4/12/12)

soeta 550, 3/12/12

Iklan