januari sebelas

hujan

foto : sirius bintang

/1/

cinta, aku taktau sebatas apa palung yang kau punya. tapi hari yang kesebelas berpuluh tahun lalu telah menjadi penanda rekahnya doadoa di tengah reruntuhan hujan, di teduh tengadah wajah saat adzan dan iqamah  jua di akhir sepertiga pagiNya yang masih belia. yang kutau hanya senyum terkembang sempurna di sela peluh dan hangat peluk. yang kurasa hanya kerjap bangga dari bola mata keruh kecoklatan tanpa kaca.

/2/

rindu, akutak tau sebatas apa ujung yang kau punya. tapi purnama pertama di setiap pergantian kalender seolah berbicara. tentang bebaris yang takpernah langsung terkata. tentang rasa yang hanya bisa teraba. olehku, dan kuharap jua olehmu.

/3/

jingga, boleh aku bicara rindu? meski kau taksempat bersua cinta, namun kuharap pada hari kesebelas saat purnama pertama memendar cahaya kau bisa menatap wajahnya. membersamai harihari di rumah cahaya, bermandikan lafadzlafadz cahaya. menatap harapannya yang telah purna.

“selamat ulang tahun, kamu.. selamat membersamai sisa usia dengan capaian kebaikan. cintailah Tuhanmu dengan sungguh, maka Ia dengan utuh akan menghadirkan segenap cinta semesta untukmu. barakallah, barakallah, barakallah!”

soeta 550. 15/1/13

Iklan