januari, you aren’t the special one

i_miss_u

kamu tahu betapa mengerikan rasanya tarcabut dari kehidupan seseorang? ketika dia yang pergi maupun ketika kita yang harus pergi. sekejap otak dipaksa untuk menyadari bahwa dia bukan satusatunya penghuni jiwa. pun kita bukan satu-satunya yang teristimewa.

bahwa yang  bermula pasti akan berakhir pula. hanya pertanyaannya bagaimana akhir akan menyapa?

tak ada yang berharap mempunyai akhir yang buruk, tentu senyum dan segala ‘perayaan’ yang menyenangkan diharapkan menjadi sebuah jalan perpisahan. tentu tawa yang tersaji adalah salah satu bagian dari cara untuk mengarifi takdir.

takada kata membunuh harapan, takada istilah takbisa hidup tanpamu, takada kehampaan yang berkepanjangan mengiring harihari yang berkejaran tanpa segala semangat dan sapaannya setiap saat.

kamu? kamu apa pernah mengalami kehilangan?

aku takpernah bisa menjawab apa itu rasa kehilangan, sedang sejatinya aku takpernah sepenuh memilikinya. satu waktu pernah, ketika tetiba ada hampa yang mengisi rongga jiwa, bebulir airmata taklagi dapat ditahan, hingga kemudian aku ‘terpaksa’ menamai hari itu; kehilangan.

“hidup adalah seni mencipta rasa. tentang kehilangan karena merasa memiliki, tentang sedih karena merasa bahagia selamanya..”

yah, permasalahannya adalah pada kata –merasa. hm, sebuah kata egois yang memang dimiliki oleh setiap manusia. tak semua cerita harus termaknai dengan rasa bukan? bukan lantas juga menggunakan seutuh logika yang dipunya.

lalu, lalu..

*** kangensangat, pak

soeta 550, 24/1/13

Iklan