januari tigapuluh

Smile_full

hei,  cantik.. apa kabar? benar bukan kataku, senyum akan membuatmu makin cantik. kau nampak lebih manis bersanding dengannya. semua akan baikbaik saja, percaya padaku. setidaknya hal itu terbukti hingga akhir bulan ini, kan? meski takmenjadi seutuh solusi, tapi lengkung bibirmu itu bisa meringankan apa yang memberat di hati. rasakanlah, semua terasa ringan kini. dan pendar optimis itu.. aku bisa melihatnya dari sini. dari deret kata yang kau pahat dipekat malam. dari doadoa yang kau rapal di antara gemuruh hujan. aku mendengarnya. jelas.

tetaplah tersenyum, cantik..  meski ada luka menoreh jiwa. meski ada duka kau rasa tiba-tiba. kau ingat bukan, senyum adalah bahasa cinta untuk semesta. betapa menyenangkan melihat petugas loket kereta api tersenyum ramah di pertengahan hari, betapa ringan beban yang kau rasa ketika perawat rumah sakit itu menyapa riang pagimu dan betapa terasa sangat ajaib, saat dosen pembimbing TA menanyakan kabarmu seraya menatapmu gembira. dunia seolah benarbenar berpihak padamu, bukan? 🙂

ahaha, terasa lucu memang. aku terlalu rajin memaksamu untuk tersenyum. mungkin karena aku merasa cantik jika sedang tersenyum, dan mungkin juga karena aku merasa semua orang menjadi baik padaku ketika aku melayangkan senyum kepada mereka. tapi yang jelas, senyum bagiku adalah cara untuk mengakrabi segala tentangNya. tentang titah yang takselalu menyenangkan, tentang surat-suratNya yang berdebu belum lagi selesai kubaca. ah, ya dan dengan senyum itupula aku mengenalmu, bukan? atau jangan-jangan kau telah melupakan moment itu?

selamat datang sayang, di hari ke-31..

tetaplah tersenyum. menjadi pribadi baik dan membaikkan. aku ingin melihat kerjapkejora di matamu nyala selalu. aku janji akan selalu tersenyum menemani waktumu. berkejaran kita bermain hujan, berlarian memburu matahari dan berbagi jingga senja di luasan padang ilalang.

 

face it! face it! no more run!  ^,^

soeta 550, 31/1/13

Iklan