ode januari

I-Love-The-Rain

: untuk Tuan dan Puan tercinta

 

cinta adalah rintih pedih rasa dan raga

yang tertera pada desah nafas yang hampir penghabisan

cinta adalah senyum menjemput kematian

yang sampai geletarnya pada nadi yang kau nyalakan,

di denyut jantung yang kau pompakan

hingga ia memecah angkuh januari, menjelma tangis dan tawa bersahutan

 

maka kutanyakan pada tangis

engkaukah itu suka?

berucap selamat datang pada dunia yang makin renta.

lalu akukah yang kemudian tertawa?

memetik gemintang berkerlipan di mata coklat Tuan dan Puan sekalian

 

seperti bulan yang setia pada malam

kini aku menjadi sebab kau berkejaran dengan debu jalanan

aku merupakan alasan embun lesap dari balik jendela pagi nan belia

 

inikah cinta, Puan?

jemari lentik yang menggapai-gapai pena dan tertatih memahat aksara

mengecup pipi matahari yang merona serta melukis tawa lelakinya

inikah resah rindu, Tuan?

saat mata tertumbuk pada nisan tua tanpa nama

merapal doa-doa di sisa usia yang sempat kau titip padaNya

kembali memeluk sunyi di awal januari ke sekian

 

 

lepas januari kesekian,

Bandung, 2013

 

Iklan