bahagia #SebabPerjalananAdalahTeman -35

senyum-bahagia

Entah berapa kali kau tanya tentang bahagia, tentang senyum yang seringan kapas yang beterbangan ke angkasa juga tentang gelak yang membahana, menghalau kerung di dahi. mengundang lengkung sabit pada rekah bibir.

Menurutmu apa bahagia? Kau masih saja bertanya hal yang sama. Tak ada bosannya. 

Sesederhana usapan lembut ayah di kepala, mungkin? Atau sehangat teh manis yang disediakan ibu kala kau mengerjakan tugas semalaman?

Ah, itu kejauhan. sanggahmu.

Ah, ya, aku mengerti. Hidupmu kini adalah sepetak ruangan 4×3 meter serta debu-debu jalanan yang lekat di jilbab dan rok panjangmu.

Lalu apa bahagia?

Bahagia itu kamu. kamu tersenyum dan bilang, “aku bahagia.”

Bahagia itu kamu. kamu tersenyum dan menyapa hangat tetangga sebelah rumah.

Bahagia itu kamu. Kamu tersenyum dan berucap terima kasih kepada pelayan minimart.

Bahagia itu kamu. Kamu tersenyum dan mengirimkan doa kebahagiaan untuk sahabat-sahabat tercinta.

Bahagia itu kamu. Titik.

 

“Sebab takada kebahagiaan yang tertunda. Ia dicipta, bukan menunggu hingga..” 🙂

soeta 550, 29/8/13

Iklan