tanda #SebabPerjalananAdalahTeman -38

tumblr_m1ip9nIiqn1r3bteso1_500

3 Oktober 2011

“De, Bapak muntah-muntah lagi, kesakitan lagi.. kedah diparingi obat nopo, soale nembe mawon ngunjuk obat.” aku mengangkat telpon dari Kakak. Alhamdulillah, belum terlelap meski sudah jam satu malam. Sejak aku memutuskan untuk kembali ke Bandung dan tugasku menjaga Bapak di gantikan oleh Kakak, aku memang susah terlelap. Sering ada telpon jam berapapun dari Kakak, sekadar memberitahu kondisi Bapak  atau  bertanya tentang cara menangani jika Bapak begini atau Bapak begitu.

Kondisinya memang melemah. Kami memutuskan untuk taklagi membawanya ke Yogya, tempatnya pertama kali dirawat dahulu. Selain biaya yang makin mahal juga pengobatannya yang hanya mengurangi rasa sakit. Gak ada lagi tindakan yang bisa dilakukan selain itu. Ya.. hanya mengurangi rasa sakit kata dokter. Meski pada kenyataannya di Kebumen juga takmudah untuk mendapatkan obat-obatan yang dirujuk dari dokter di Yogya dulu. Tapi kami takmau begitu saja menyerah. Aku sempet juga bolak-balik Yogya hanya untuk membeli obat yang dibutuhkan.

Kalimat seorang dokter ahli ortopedi dari Yogya masih terngiang jelas, saat kami ragu untuk menjalankan operasi pada 2 lumbal tulang punggung Bapak yang retak parah. Karena dokter yang lain memang sudah give up, dan hanya beliau yang support untuk mengambil tindakan operasi. “Bersyukurlah, ini berarti ayah anda tengah mendapat tanda dari Yang Maha Kuasa. Dia dipilih, dan tugas kita adalah mendampinginya dengan usaha terbaik yang kita bisa. Jangan sampai kita menyesal setelahnya. Kita takboleh menyerah begitu saja.”

 

**

Tanda. Pernahkan kita merasa diberi tanda langsung oleh Allah? Tentang apapun itu. Meski sakit takselalu berujung pada kematian, tapi hal itu memang bisa jadi penanda jalan menujunya. Maka amat keterlaluan jika kita takbisa ‘mengeksekusi’ tanda tersebut dengan langkah terbaik yang kita bisa. Bersabar menjalani proses dan dan terus berusaha adalah keniscayaan. Mati merupakan kepastian, tapi kita bisa ‘memilih jalan’ menujunya. Hari itu pasti akan tiba, tapi kita bisa membersamai orang-orang tercinta dengan usaha optimal menuju kesembuhannya.

Mau nggak mau semuanya harus dihadapi. Pertemuan dan perpisahan hanya soal cara pandang, kehilangan juga soal pilihan. Jika tak dengan senyum, dengan apalagi kita menimba hikmah? Sedang airmata luka hanya menghabiskan tenaga bahkan bisa menggerus pahala.

 

#NtMS

 

Iklan