reset #SebabPerjalananAdalahTeman -39

london_phone_boxes_in_rain__gif_anim__by_petenoir-d4t692y

kebumen, awal 2011

“tiga lumbal tulang belakang bapak ada yang retak, mba. lihat saja.. ini bahkan sudah mencapai taraf rapuh. kami tidak bisa mengatasinya. jadi besok harus di bawa ke Jogja ya.. lebih  baik di RS.. harus MRI.. nanti saya kasih rujukan..

…..       ….”

kalimat dokter yang ada di depanku sudah takbegitu jelas. entah kenapa, tibatiba nafasku sesak, kaki seperti nggak napak, mata berkunang-kunang. namun kesadaranku masih penuh. itu yang membawaku segera mencari tempat duduk. tak kupedulikan dokter yang tengah memberikan penjelasan lanjutan. yang penting aku sudah menangkap inti dari semua penjelasannya. aku taktau apa yang dirasakan Bapak, karena saat itu beliau juga ada di sana. hanya aku masih berusaha menguasai kesadaranku, terdiam dan mengambil nafas panjang untuk menghalau sesak nafas. rasa ini hanya pernah sekali kualami, dulu waktu pingsan sehabis olah raga kelas 5 SD.

“mba in ngenjang teng Jogja, nggeh.. di RS Pan******h. ririn sampun pesen kamar. mangke langsung nyuwun jadwal MRI. perkiraan opname dereng ngertos dugi kapan. mbeto ageman sing cekap..”

aku? ya, mau nggak mau memang aku harus berhadapan dengan rumah sakit dan segala aromanya. aku harus  menhilangkan jeri yang selama ini kurasakan ketika menginjak lantai putihnya meski hanya sekadar menjenguk saudara. bismillah..

Jogja, medio Januari 2011

“mba, hasil MRI sudah keluar, dan ternyata ada kegananasan yang terjadi di tulang punggung bapak. tapi kami belum bisa memastikan keganasan itu karena apa. dugaan sementara kami multiple myeloma, kanker tulang sumsum.”

deg. apapula itu. namanya aja baru kudengar. 😦

“ternyata dugaan kami salah mba, bukan multiple myeloma. setelah diperiksa kadar PSA bapak mencapai bla.. bla.. bla.. sehingga bla.. bla..”

aku berusaha mendengarkan dengan baik penjelasan dokter di depanku. taklagi terpikir seberapa seriusnya sakit bapak, atau seberapa lama harus dirawat. yang lebih aku pikirkan adalah bagaimana menyampaikan semua ini pada kakak, adik dan terutama ibu. bagaimana aku juga harus menemukan bahasa yang lebih asik dari kanker, penyakit yang amat menakutkan itu untuk bapak.

aku taklagi sesak nafas, aku taklagi seperti melayang dan aku juga taklagi berkunang-kunang. otakku serasa penuh kata-kata baru yang gak familiar. tapi di saat yang sama aku harus tetap tersenyum, menampakkan aura menyenangkan di depan bapak.

hanya sekali aku menangis, sepuas hati mengeluarkan air mata dengan isak yang taklagi kutahan. selebihnya hanya ada senyum, dan seperti merasakan bahwa sebentar lagi hidupku akan baru kembali.

..tanpa bapak.

bahwa sebentar lagi aku taklagi punya sosok lelaki matahari yang baik, yang akan mendampingi, membimbingku selalu. tapi Allah, bukankah Ia tak akan menimpakan sesuatu tanpa sebab, tanpa hikmah dan pelajaran? aku merasa aku harus memulai hidupku (kembali) dengan  penuh senyuman. 🙂

****

ibarat perangkat komputer yang butuh di reset, maka begitu juga hidup. terkadang jiwa yang lelah, hati yang berdebu memerlukan re-start atau bahkan instal ulang program. caranya? terserah Dia. pertemuan, perpisahan, kehilangan, atau apapun cara-Nya adalah wasilah untuk mencerahkan kembali jiwa kita. bukankah kematian adalah  juga sebaikbaik nasihat?

maka sebanyak apa kita dapat belajar dari tiap cerita yang diracik-Nya, sebanyak itu pula amunisi yang kita dapatkan untuk menghadapi masa depan dengan kondisi lebih baik lagi. sebab hidup adalah tentang kompetisi untuk memenangkan-Nya. bukan memenangkanku, memenangkanmu, memenangkan dia. bukan pula demi menenangkanku, menenangkanmu, menenangkan dia. namun apapun kehendak-Nya, pasti menenangkan kita :’).

aku, kamu, dia, hanyalah jalan surga bagi satu sama lainnya.

menyerah. menyerah sajalah pada-Nya. Sang Mahatahu segala.

sebuah tulisan saja selalu punya alamat pembacanya masingmasing, apalagi takdir yang dikenakan-Nya kepada kita? pun bahagia, ia punya kotak pos istimewa yang selalu menunggu ceritera berbungkus amplop merah jambu, ungu, biru, hitam, coklat atau apapun dengan alamat yang bertuliskan kata syukur.

selamat berbahagia, kamu. 🙂

mendung soeta 550,

26/11/13

Iklan