melankolia pagi hari

hujan

asmi norma wijaya

pagi ini adalah keheningan yang merangkak
dari bibir cangkir ke bibirku, melumerkan kelu
dalam sebuah waktu yang jarumnya berkejaran
dan angka-angka berhamburan.
sementara aku belum  juga beranjak.

tibatiba aku ingin bertanya entah pada siapa.
kerinduan macam apa yang kau inginkan?
yang biasabiasa atau yang dibiasakan
yang diamdiam atau yang didiamkan.

di langit aku melihat jelaga yang tak disengaja
buruburu kurampungkan doa sisa semalam
yang belum habis kurapalkan.
sepertinya nasib akan patuh pada waktu
: buku yang tergeletak dengan halaman terbuka,
udara yang hangat, dan siul burung parkit di luar beranda.
ingin pagi yang lain. aku ingin kesepakatan-
kesepakatan itu tidak lagi mangkir.

tiba-tiba aku hendak bertanya lagi, entah pada siapa
pertemuan macam apa yang kau inginkan?
yang biasa saja atau yang tidak biasa
yang diamdiam atau yang dibicarakan.

aku ingin pagi yang lain. aku ingin kesepakatan-
kesepakatan itu tidak lagi mangkir.

antim, 9/12/13

Iklan