manusia-manusia di gerbong kereta

raining-1 (1)

“kita adalah manusia-manusia dengan satu tujuan, tapi mengapa kita saling menyelisih jalan?”

kita adalah manusia-manusia di gerbong kereta, yang saling mencuri pandang menangkap kekuatan untuk tetap berdiri dan bertahan berpegangan pada lingkar besi penahan. kita adalah manusia-manusia di pemberhentian, yang terkantuk-kantuk menahan berat badan, membaca satusatu nama tempat tujuan agar takterlewatkan.

kita adalah manusia-manusia di ruang tunggu, memilih duduk di pojokan, menanti gerbong yang bisa mengantarkan ke rumah impian. menyaksikan langkah-langkah cepat para pejalan atau langkah tertatih kakek dan nenek yang bergandengan. kita adalah manusia-manusia di stasiun kota, yang berdesakan mencari tiket demi sebuah sandaran untuk punggung yang kelelahan. kita adalah manusia-manusia yang saling berkejaran, memburu waktu, mengemas segalanya dengan senyum untuk menjemput (sedikit) kelapangan yang kita bisa.ย 

“..meski nyatanya kita hanya manusia januari, yang takpernah menunggu hingga bulan mei untuk (merasa) tahu bahwa senja keseribu itu takan ada.”

soeta, 30/4/14

ย 

Iklan