untukmu, June.

rainy

entah siapa yang memulai, meski Allah menggariskan j- untuk januari terlebih dulu.

bukankah kita sudah sepakat, takada yang takmungkin di dunia. minta saja pada-Nya, dan tunggulah beberapa saat setelahnya. januari hingga juni hanya jeda yang taksemua orang bisa lega menghela, tapi juga ada takberhingga hikmah jika kita mau meraciknya.

kali ini aku bahagia, June. bukan karena januari pernah mengantarkan berita gembira tentang senja, tapi melihatmu bertumbuh dengan cinta yang penuh membuat hati ikut berbunga. rasakanlah, kau turut menghidu wanginya, bukan? πŸ™‚

dengan ketulusan yang tak dibuat, dengan derai tawa dan air mata suka, aku gembira. bersama celoteh jingga, semoga takada rindu yang latah kau peramΒ serupa rindu pada sajak hujan bulan juni yang termasyhur itu.Β 

Allah tau tentang semua, termasuk muara rasa seharusnya. sejauh mana cinta, sejauh mana rindu, sejauh mana harap dan sejauh mana syukur yang menarik kedua sudut bibirmu menjadi lengkung sabit yang mendamaikan jingga. sebab Ia ‘hanya’ hadir pada jiwajiwa lapang, bukan nada doa penuh paksaan.Β 

tersenyumlah, June. seperti juga aku yang selalu berusaha tersenyum pada Januari. seperti katamu dulu, Ia menghadirkan segala cerita untuk membuat kita kuat, untuk membuat kita makin semangat menjumpai-Nya di surga paling indah. :’)

rumah itu kini telah jadi puing, πŸ™‚

antim 24, 7/6/14

Iklan