sahabat hati #SebabPerjalananAdalahTeman –43

coffee

pada perjalanannya kita akan tahu, bagaimana cara menghadapi ayah, ibu, kakak, adik..

racikan kopi seperti apa yang mereka suka, potongan martabak apa yang membuat mereka bahagia dan tontonan apa yang membuat mereka tertawa. kita akan tahu, sejalan dengan lembut mata mereka menatap mata kita, seiring dengan kerung di dahi ketika menyeruput cawan kopi maupun rona yang nampak saat menghadap layar kaca. kita akan tau.

dengannya kita belajar tau…

tentang senyum yang akan segera kembali sesaat setelah tengkar pagi. tentang rindu yang jelas terpancar meski tak sepatah kata pun keluar. tentang pembelaan yang dilakukan habis-habisan saat mainan kita direbut kawan.

pada perjalanannya kita akan tahu, mereka yang selalu beriringan, mengiringi, bergandengan tangan, atau hanya tersenyum sekilas tertahan. kawan, sahabat, saudara, keluarga, semua punya label masing-masing di hati masing-masing.

keluarga adalah anugerah, tempat kita bertumbuh dan belajar tentang segala. mereka yang menjaga dan memanjakan selamanya. takada harap selain kita bahagia, sarang terhangat saat kapan saja kita ingin pulang. takperlu berlagak hebat, sebab kita selamanya hebat di mata mereka. atau takusah malu terlihat bodoh, sebab mereka akan tetap menertawakan sekaligus memberikan nyaman pelukan. mereka selalu istimewa, karena Allah yang langsung memilihkannya sebagai madrasah pertama saat mata mengerjap, menyapa indah dunia.. :’).  

sedang sahabat, ia adalah keluarga yang kita pilih. teman berlarian saat hujan dan mengejar matahari. orang yang menemukan kita tersenyum saat nilai ujian memuaskan atau menangis diam-diam ketika dilarang bepergian. mereka ada, untuk membaikan dan mendewasakan, sahabat hati dalam mencari jati diri. hadir sebagai pengingat saat silap dan taksegan memuji meski acap mencaci.  mereka adalah keluarga kedua kita. :’)

..dan mereka semua adalah orang-orang yang setia mendoa dengan atau tanpa kita minta.. mereka semua adalah orang-orang istimewa yang ingin melihat tawa serta tangis kita selamanya.

selemah-lemahnya manusia adalah ia yang takmau mencari sahabat, dan orang yang lebih lemah dari itu adalah ia yang menyia-nyiakan sahabatnya. — Ali bin Abi Thalib

 

 

 

teruntuk sahabat hati, maaf pada batas rasa terdalam yang kupunya,

: titintitan ^^

antim 24, 14/6/14

 

 

Iklan