sebelum sesal kemudian #SebabPerjalananAdalahTeman –47

 gerimis bunga

I

“bapak, tiap tahun mbangun terus.”

“iya, nyicil. kan men kowe enak ngajak kanca dolan, dadi ora isin.”

II

“pak, titin diundang nikahane mas-e selfa.”

“yawis, mengko dianter bapak, bapak melu kondangan sekalian.”

“pak, titin bade nganter diana kalih mami, tapi sampun sonten mboten onten angkot.”

“mengko kowe dibonceng bapak, diana karo mami numpak motor sijine.”

III

“wingi pas, kowe ngomong computer rusak terus bingung le nggarap skripsi, bapak rasane melu gemeter.”

IV

“pak, titin pareng nderek aksi nggeh?”

“yawis, tapi ati-ati. aja nang ngarep.”

V

“tin nyuwun nomore bapak kosan, bapak pengen silaturahim. salam yaa..”

VI

“kabar tya, nifa, miftah kancamu sing seka tegal, …,…,.. piye?”

VII

“pak, tempat kerjane titin kondusif. kancane shaleh-shaleh In syaa Allah.”

“alhamdulillah, kowe betah berarti?”

 

 ***

iya, dialog di atas hanya dialog biasa saja yang bahkan aku berusaha mengingat-ingat segala apa yang pernah terjadi antara aku dan bapak. mungkin kau akan bilang takada yang istimewa, karena semua ayah pasti akan melakukan hal yang sama kepada putrinya. namun percayalah, hal itu menjadi amat istimewa ketika kau telah kehilangan masa-masa dengannya. percayalah, apa yang terasa berat kau lakukan untuk orang tuamu sekarang, akan menjadi sesuatu yang amat kau sesali di kemudian hari.

atau jika sekarang –mungkin ada hal yang kau merasa malu tentang ayah atau ibumu, yakinlah, kelak kau akan merengek agar momen itu terulang dengan perasaan yang kau harap lebih baik lagi. tanpa secuil pun malu, meski bagaimana keadaan mereka saat itu.

sesal itu selalu datang di akhir bukan? sehingga dalam konteks apapun, baik-baiklah dalam melakukan segala. sebab kata “andai” bisa serupa tusukan sembilu yang menyayati kulit ari. ia juga menjadi pintu masuk syetan yang siap merusak hari-hari. pun kata ini pula yang perlahan dapat menggerus rasa syukur, menjadi jelaga yang menghalangi bening jiwa.

maka yang paling bijak dari semuanya adalah melakukan upaya terbaik pada segala kondisi yang menghampiri. toh usaha dan tenaga yang dikeluarkan sama, bahkan bisa menjadi lebih besar saat kita melakukannya dengan kerelaan yang tertahan. ah, rasa-rasanya senyum terasa lebih meringankan daripada gerutu yang membuat warna merah jambu menjadi abu. 😉

..dan air mata sesal itu hanya akan menghanyutkanmu ke surga jika disertai dengan laku lapang seorang pejuang, bukan pecundang yang acap lari dari tanggung jawab terhadap hal yang justru bertujuan untuk memuliakan.

**NtMS

antim 24, beranjak dari bulan kelahiranmu, pak.

1/8/14

 

Iklan