ada cinta yang terlalu #SebabPerjalananAdalahTeman –48

tumblr_m7wv1c4v251qjt4k8o2_500

kamu. apakah itu mimpi. saat jejak kaki tertatih menyusur galur yang seolah tanpa ujung. tiada tepi yang menyapa lembah jua jurang membentang. apa perlu kucubit pipimu, menempelkan dingin tangan yang membalut sepanjang perjalanan. hijau dedaun seolah menyamarkan ranum senyum mengiringi lirih dzikir-dzikir pada beku hati.

sekarang kamu di ketinggian, sudahkah hati kamu rendahkan? telah habis sisa tenaga yang kau punya, masihkah terbersit angkuh akan lengkapnya perbekalan yang lama telah kau siapkan?

gunung.  ada cinta yang terlalu. pada mimpi-mimpi semenjak putih merah ratusan ribu hari lalu. tentang nikmatnya gigil di ketinggian, tentang tenang dan sejuknya udara di kedalaman lembah serta hangatnya canda di sekeliling perapian. ada rindu yang takperah tau malu, menyembul layaknya kering dedaun yang takpernah habis disapu.

rindu itu, apa sekedar gagah-gagahan bisa mencapai ketinggian? cinta itu, apakah menambah cinta semestinya kepada penciptanya? 

edelweis. padanya sungguh aku rindu. orang bilang ini bunga keabadian, meski tentu tak seabadi penciptanya. jika kau kata bunga ini indah, bolehkah aku berpendapat ia biasa saja? tak semerekah mawar, apalagi sewangi melati. tapi kemudian aku sadar sepenuhnya, bahwa ia istimewa karena dijumpai dengan sepenuh jiwa dan raga. menempuh tanjakan serta turunan, tersengal hampir kehabisan nafas di tengah perjalanan. kaki seolah melayang, ringan tanpa rasa menopang beban yang lebih dari biasa. jasad nyaring berteriak menuntut hak, meski akhirnya sempurna terobati setelah memandang hamparannya.

hingga, keindahan edelweis bukan terletak pada fisik semata. tapi pada usaha menjumpainya. pun keabadiannya, bukan pada bunga yang taklekang masa, tapi pada jejak yang terpatri di hati pendaki. ia merobek sudut hati pendaki, menyandera agar segera mengambilnya kembali. :’)

langit. memandanginya takpernah jemu. biru yang menenangkan, putih yang mendamaikan, gelap yang kan menjelmakan rintihan doadoa di paruh akhir sepertiga. di ketinggian, ia menjadi atap ternyaman nan menyenangkan, berhias gumpalan awan atau gugusan bintang-bintang. ia adalah selimut hangat bagi hati-hati yang selalu merindu-Nya.

langit adalah simbol ketinggian tak berhingga, sekaligus kepapaan bagi hamba. maka jika lelah, cobalah tengadah. pandangi keluasan semesta-Nya. biru, hijau, jingga, merah, atau oranye, bebaskan mata dan hatimu untuk menangkap warna yang disuguhkan-Nya. lumuri hati dengan syukur, manjakan dengan tasbih, tahmid dan pagari dengan bertubi istighfar. rasakan Ia yang dekat, amat dekat, makin dekat..

matahari. bagiku ia puncak keindahan, candu yang mengganggu di tiap pagi jua ujung senja. latar untuk membersamai jingga menebar tawa canda. ada yang berkata, “matahari di mana-mana sama, tapi perasaan saat memandangnyalah yang membuatnya berbeda.” bagiku sebaliknya, matahari selalu berbeda di tiap pagi dan sorenya, tapi perasaanku selalu sama saat menatapnya; takjub. berkaca-kaca..

takada jeda antara rindu dan senja, antara kau dan doa. :’)

perjalanan. waktu ini adalah gunungan debu-debu rindu. menjejak di tiap jengkal sisa usia kita. takpeduli siapa yang menjajari langkah, takacuh pada canda di sela istirah. perjalanan takboleh kehilangan warna, apalagi lupa pada Sang Penunjuk Arah. sebab Dia yang menyempurnakan perjalanan dengan teman, dengan indah pemandangan, dengan tawa keceriaan juga dengan kelelahan. agar kebugaran lebih nikmat terasa, agar takbetah dengan kesendirian.

sebab perjalanan adalah teman. ia akan menghadirkan apa-apa yang kita inginkan. Ia yang akan menyempurnakan apa yang kita butuhkan. perjalanan adalah rasa yang menyajikan gambaran tentang rumah yang tengah kita bangun di surga atau sebaliknya. takpantas jika disiakan, karena kita takpernah tau berapa lama waktu tempuh yang disediakan oleh-Nya.

teman. apa kau akan bilang ini bagian terpenting dari sebuah perjalanan? bagaimana kalau kita sepakati bahwa perjalananlah yang menghadirkan mereka, bukan mereka hadir lalu bersama-sama melakukan perjalanan. ah, terlalu berbelit yah? begini saja, Allah telah melukis kanvas senja di mana kita menjadi lakon bersama jutaan bintang malam dan bau pegunungan. nikmati saja. semoga bisa menjadi bekalan untuk membangun rumah di surga kelak.

katanya, jika ingin mengenal seseorang maka lakukanlah perjalanan bersama, lakukanlah transaksi yang berkaitan dengan uang, maka kau akan tau bagaimana ia. katanya juga jika ingin mengenal seseorang, maka lihat siapa temannya. aku beruntung mengenal kalian. terima kasih, pada batas terdalam rasa yang kupunya. semoga pahala senantiasa mengalir untuk ilmu yang bertebaran sepanjang perjalanan, janji ya.. kita akan bertetangga di surga. :’)    

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

ada orang yang menghabiskan waktunya untuk berziarah ke Mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya untuk berjudi di Miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu, sayangku
bersama menghirup segar udara pagi dan senja, membincang jingga, mengijinkan angin dan debu mempermainkan ujung kain yang kita kenakan.

mari sini, sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik, dan simpati padaku
tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung

: jika kita tak pernah menanam apa-apa
maka kita pun takan pernah kehilangan apa-apa*

                                                                                                                                                                                              

*) diadaptasi dari puisi Gie

soeta 550, ada cinta yang terlalu

8/10/14

Iklan