di pengujung musim

gif___running_through_the_rain_by_turst67-d6scius

awal oktober

Aku melihat senja yang sama dengan dua musim lalu, lengkap beserta harapan dan doa serupa. Apakah waktu menjadi beku, atau otak dan hatiku saja yang tak menemukan idiom lain sebagai penggantinya. Sedang di penghujung musim ini, bibir mulai membiru tertampar angin lembah yang teratur menyapa.

Ada gumpalan awan yang tak kunjung menghitam, mungkin ia berisi doa-doa berdesakan yang siap menetas menjadi hujan. Ada dengung nyamuk nakal yang mengganggu tidur, ada gesekan sandal jepit yang menjauh dari kompleks hunian, ada juga denting jam di dinding sang tuan.

di penghujung musim, banyak kalimat yang terpenggal tanpa makna. ada kata yang –mungkin sengajaย menghilang begitu saja. bahkan sapa pun, sudah entah.

ย 

oktober 14

hari ini mendung, aroma hujan kuat sekali tercium. tiba-tiba teringat sepatu yang mulai mengelupas sana-sini terpapar matahari. bagaimana pula jika harus menjejak tanah yang becek terkena air hujan. ya, sebenarnya itu satu-satunya alasan yang membuatku enggan berbasah-basahan. kaos kaki dan sepatu yang hanya tahan sebulan. harus segera membeli sepatu baru, tentunya yang lebih bersahabat dengan air. andai saja hujan tak meninggalkan (k)genangan..

hari ini teringat beberapa hal. bukan akibat hujan, hanya oktober memang meninggalkan banyak kesan jua pesan. bulan ini sudah lebih seribu hari tanpa bapak. rasanya? kadang masih takpercaya. hanya suka inget ibu. jika aku saja masih merasakan kehadirannya, bagaimana dengan ibu yang tiap hari di rumah? mungkin baginya, membersihkan rumah takubahnya seperti memutar film tentang dirinya, suaminya dan tentu ada kami –anak-anaknya di sana.

jadi, cerita bapak lagi? enggak ko, aku taksedang bersedih. ๐Ÿ˜‰

entah, tapi aku mulai bingung apa yang harus dituliskan. mulai bosan dengan segala cerita yang nampak sama. bahkan tadinya ingin menutup blog ini saja. ah, terlalu ekstrim, karena pada kenyataannya, berhenti menulis sama juga dengan bunuh diri.

bukan, bukan membunuh diri, hanya bagiku menulis itu seperti tengah beternak mimpi, seperti tengah merangkai doa. maka sayang sekali jika harus berhenti sampai di sini. sebab setiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya kebaikan yang menjadi penghuninya.

selamat datang musim penghujaaan :’)

aku ‘memercayakan’ segala doa dan rahasia padamu. eiya, bulan ini ada dua kabar gembira dari dua adik tersayang. mari kita rayakan dengan senyum keceriaan, kita hangatkan dengan harapan akan kebaikan. baarakallahu fiikum.. ย ๐Ÿ™‚

semoga kamu juga baik-baik saja selalu, hujanku untukmu begitupula doaku.

ย 

ย 

ย penghujung musim

ย antim 24, 14/10/14

Iklan