ketika lupa #SebabPerjalananAdalahTeman –51

2cglh1g

pada hujan mungkin kau pernah bertanya, mengapa ia datang bergemuruh bersamaan dengan petir menggelegar menyiutkan nyali. menderas bagai bah, memaksa lari para pejalan kaki.

pada angin mungkin kau pernah mengeluhkan. mengapa begitu lembut bertiup, hingga membuai mata terlelap. menjadikan kereta yang kau tunggu berjam lalu terlewat begitu saja.

pada matahari mungkin kau pernah mengusulkan, agar jangan terlalu garang bersinar. kulitmu menjadi bertambah legam karenanya. bahkan beberapa gelas air yang kau  teguk taklantas menghilangkan haus yang tak tertahankan. puasamu pun taklagi kau indahkan.

pada malam mungkin kau pernah mencari jawaban. tentang udara dingin yang menggigit tulang, tentang acara televisi yang melenakan, tentang kantuk yang acap datang semalaman dan tentang remeh temeh pekerjaan yang melelahkan. sampai-sampai kau bangun sesaat sebelum adzan berkumandang. “Ah, andai saja saat mustajab itu takterletak di ujung pagi,” gumaman bernada protes kau ucapkan jua.

..hingga di atas sajadah atau di mana saja mungkin kau sering menumpahkan airmata dan bertanya dengan nada memaksa, mengapa doa yang kau rapal berulang-ulang, kau pinta dengan kesungguhan usaha belum juga Allah kabulkan. iya, barangkali ketika itu kau tengah lupa pada rangkai kata yang jauh-jauh hari telah kau dawamkan dalam hati;

“..karena yang sebenarnya, Ia takkan memutuskan sesuatu melainkan selalu ada kebaikan menyertainya.”

*NtMs,

hujan di soeta 550, 

19/12/14

Iklan