hadapi saja #SebabPerjalananAdalahTeman –60

rain-drop

“ijinkan anak kita mengikuti kontes, itu.”

“enggak. aku nggak mau dia dihina kaya aku dulu.”

“tapi kegagalan itu milik kita, bukan anak kita!”

itu nukilan dialog di film romantini yang dibintangin oleh ashanti dan aurel. ashanti yang mempunyai trauma masa lalu tentang kegagalan mengikuti kontes menyanyi menjadi sebab atas sikap protektif terhadap anaknya. aurel takpernah dibolehin untuk mengikuti kontes serupa. entah atas sebab apa aku menyempatkan diri menontonnya di tv yang kemudian membawaku berpikir tentang rasa yang tak seharusnya ada. trauma.

kita mungkin sering menyaksikan kasus yang serupa. trauma yang belum jua sembuh justru membuat potensi makin tersembunyi. bagaimanapun, obat trauma adalah berhadapan langsung dengan kenyataan yang sama atau kondisi serupa, tapi tentu dengan sikap yang berbeda.

“ada lagu kaca yang berdebu, sama jendela hati plus wangi bunga sedap malam, pffft..”

itu adalah tweet seseorang yang menilik kalimatnya ada nada penghindaran di sana. belum tentu trauma memang, atau istilah trauma terlihat terlalu berat. ah, entahlah.. tapi aku tak bisa hmm.. takpandai tepatnya, untuk menemukan padanan kata yang tepat tentang sebentuk rasa itu.

terus menerus menyimpan trauma sama juga dengan memeram masalah. layaknya buah, ia akan semakin matang dan tercium wangi atau bahkan bau busuknya. waktu terus berjalan, kita tak mungkin bisa mempertahankan kondisi yang sama dalam jangka waktu yang lama.

kau tau kan, Allah akan terus “mengejar” kita agar lolos dalam suatu masalah yang acap kita sebut sebagai ujian? jika kita tak kunjung menyelesaikan satu soal, tentu kita belum dapat beranjak menuju soal lainnya. kita juga belum dapat tersenyum lega sembari menikmati hangatnya teh di sore hari.

sehingga menghadapi apapun kenyataan hidup adalah cara lain untuk menyapa-Nya dengan tersenyum. bukankah itu merupakan satu-satunya cara untuk menjemput segala pertolongan-Nya? hadapi saja, dan buktikan kau pantas melangkah menuju tangga berikutnya.

“eiya, satu lagi; yang jelas, takada hasil yang mengkhianati usaha ;)”

**re-write

bandung, 0.49
6/8/14

 

Iklan