jumud #SebabPerjalananAdalahTeman –63

rain-bench

seringkali deret-deret huruf itu hanya ada di otak. bergumul ia di sana. hingga terasa sesak dibuatnya. mungkin terlalu banyak se-pa-si hingga menyebabkan ruang kosong–ruang tunggu, menuju– atau juga titik dan koma yang takmungkin terbaca. takbisa, tentu saja. kecuali jika digunakan sebagai penanda, kode, atau apalah itu yang tak kutahu.

lalu bagaimana membuatnya terurai, membait kata. berbaris dalam kalimat-kalimat indah. terbaca. termengerti. olehku, dan mungkin juga olehmu. oleh-Nya? aaah, dia bahkan yang paling mengerti lintasan hati pun. saat belum terkata, terbait dalam lembar kertas putih. Ia paling mengerti.

itu saja.

 

 

 

 

*pinus, 10/7/15.

ramadhan23, Allahumma innaka ‘afuwwuun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

Iklan