fragmen 2 #SebabPerjalananAdalahTeman –82

gambar-bergerak-gif-hujan

udara mulai dingin, beberapa hari ini jaket menjadi teman setia malam. meski hujan masih kadang saja datangnya. beberapa hari sebelumnya selembar dua lembar kertas selalu tersedia di pinggir ranjang, apalagi fungsinya jika bukan untuk mencari angin buatan.

jika raga terasa kegerahan, cepat sekali segala anggota tubuh bereaksi. tangan mencari kipas, kaki pun reflek melangkah mencari sudut paling nyaman di ruangan. pun jika kedinginan, mulai dari baju hingga makanan sebisa mungkin menghangatkan.

lalu untuk hati menghitam berjelaga, apa yang sudah dibuat?

“kita lahir sendiri, lalu banyak teman perjalanan yang membersamai. kemudian jika sang perjalanan kembali menginginkan kita sendiri, takperlu ada yang ditakutkan, bukan?”

“he?”

tibatiba ada pesan masuk ke ponsel (yang katanya) pintar. aku tercekat. membacanya berulang dan meyakinkan diri taksalah baca.

hidup memang takpernah secara jelas membeberkan rahasianya. seringkali Ia hanya memberikan sedikit saja pengantar perjalanan, prolog agar kita lebih mawas menghadapi hari depan. dan Allah, Ia taksedang dzalim bukan? Ia taksedang menyulitkan, bahkan sejatinya Ia tengah memuliakan.

aku, –kami hanya bisa berdiam. sesekali isak berbarengan terdengar memecah malam. Allah memang tengah mengistimewakannya, sekaligus menampar pipi ini. aku takbisa berbuat apa-apa, takbisa menyarankan apa-apa. pun taktahu harus berkata apa.

“aku ikhlas,”

“toh, Gusti Allah ora sare.”

kali ini nadamu lebih tegar. ujian orang takpernah sama. takseperti tes akhir jaman kita smu dulu, kan? yang jawabannya bahkan bisa saling berbagi dengan bangku sebelah karena soalnya sama.

aku tersenyum. tak menyadari bahwa kau bahkan takbisa melihat senyumku saat itu. kupastikan, aku takkan sanggup menjadimu.

hidupmu terlalu istimewa. :’)

“Apakah kalian mengira akan (dapat) masuk surga sedang belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan serta digoncang (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Q.S. al-Baqoroh: 214).

antim 24, 30/01/16

: fragmen satu ada di sini

Iklan