nyinyir vs naif #SebabPerjalananAdalahTeman –90

tumblr_n8tom7Bh1o1qfxxzto1_500

“sampai sekarang aku belum membaca buku itu. tokoh-tokohnya terlalu sempurna bagiku, dan bisa jadi itu hanya karangan yang takpernah menjadi kenyataan.”

ada nada nyinyir pada kalimat itu. takada salahnya memang, toh itu hak dia untuk membaca atau tidak, untuk percaya atau tidak tentang kisah yang katanya terinspirasi dari cerita nyata itu.

namun ada yang tengah beranjak gawat di sana. ada kepasrahan yang tergerus diam-diam. awalnya gak kerasa memang, tapi jika mau jujur, ada aroma ‘penolakan terhadap keadaan diri’ yang menguar begitu liar. ah, padahal keadaan paling menyakitkan adalah ketika kita mulai mengasihani diri sendiri. sebab di saat itu, kekuatan yang dengan susah payah kita himpun bisa hilang seketika. 

kisah cinta yang sempurna..

takada kesempurnaan tanpa proses yang luar biasa bukan? mungkin selama ini kita hanya tahu hasil akhirnya, tanpa berpikir bagaimana si tokoh menjalani hari-hari sulit penuh perjuangan. sebab terkadang kegagalan kita pada suatu proses, seolah-olah bisa dijadikan alasan untuk marah pada nasib kalau tidak mau disebut ‘marah pada-Nya.’

na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

kenyataannya banyak sekali kisah manis yang Allah karuniakan kepada tiap hamba-Nya. hanya saja kita sering bertendensi dan menginginkan kisah manis untuk satu hal yang sampai saat ini belum dikabulkan-Nya. sehingga hal tersebut berdampak pada keseharian, termasuk tidak mau membaca hal-hal yang berkaitan dengan ‘kisah cinta yang sempurna.’

yang jelas, tiap kita mempunyai kisah hidup sendiri-sendiri, yang itu tak harus sama dengan kisah orang lain. pun bahagia, ia bukan duplikasi dari kisah-kisah bahagia yang pernah ada. tak seharusnya hanya dengan membaca novel atau melihat film membuat kita makin sinis terhadap kehidupan nyata itu sendiri. 

utopis adalah sesuatu yang kita anggap takmungkin terjadi di dunia, atau hanya khayalan saja. jika peristiwa itu memang hanya utopia, mengapakah harus dimasukin ke hati dan berkarat menjelma sinis terhadap hidup?

iya. sebenarnya bagi seorang yang nyinyir atau sinis, sesuatu menjadi utopis itu karena ia merasa takdapat memilki kisah indah yang serupa.

“bikin sakit hati tau, kisah begituan..”
“biarin ajah atuh, jangan diterapin di hati kita. itu kan kisah orang lain yang belum tentu pas jika diterapin di hati kita, untuk kehidupan kita. kalau mau, sekalian aja bermimpi mendapat kisah seperti itu. berdoalah, itu lebih gak utopis, kan?”

 

apa kau lupa Allah bekerja dengan cara-Nya untuk membuat kita bahagia?

masih di pinus30

3/3/16

Iklan