another fragmen #SebabPerjalananAdalahTeman –95

rain-gif-55

 

aku kabur. kali ini bener-bener kabur. tak sedang diusir seperti beberapa waktu lalu. aku harus melindungi diriku sendiri kalau nggak mau mati konyol di bangunan yang sering kau sebut sebagai istana.

yah, mungkin bagimu, bagi kalian, bangunan itu terbilang istana. tapi bagiku ia serupa penjara dengan segala cerita kekejaman sipirnya.

aku terdiam. sekilas teringat sms yang siang tadi masuk ke inbox HP.

“aku kabur. dua hari ini aku nginep di kamarmu yah, boleh?”

aku mau disiram dengan air keras, lanjutmu. dan kau tahu bukan, ia tak pernah main-main dengan apa yang sudah diucapkannya? dengan apa yang sudah ada di tangannya.

hentikan tatapan menyelidikmu. aku nggak salah apa-apa. dari dulu pun aku nggak merasa salah. aku hanya kasihan sama mama. beliau yang selalu menyediakan diri menjadi korban segala amarah. meski beliau hanya bisa menangis dan memohon saat aku dilempar, dipukul, hingga dijedotin kepala sampai muntah.

aku sudah kehabisan cara untuk bertahan di rumah. aku tahu, dia sangat menyayangiku. amat sangat. bahkan di usia yang menjelang senja ia punya tabungan ratusan juta. untuk apalagi kalau bukan untukku melanjutkan S2? karena itu dia sangat marah saat ada laki-lakiΒ yang hendak meminangku, membawaku keluar dari rumah dan membiayai S2-ku. namun tetap saja, sebuah ide gila kalau kau tetap membujukku untuk pulang ke rumah.

“jadi? kau takkan balik ke rumah?”

aku bahkan nggak bisa menjamin keamananku sendiri kalau balik ke rumah. ini bukan sekali dua terjadi, tapi berulang-ulang selama 25 tahun aku hidup. berhari-hari disekap di kamar tanpa diberi makan., itu sudah biasa. kalaulah bukan karena mama yang nyelundupin makanan ke kamarku, aku takkan bisa makan.

aku memandang wajah putihnya. nggak ada raut sedih di sana. yang kulihat hanya tekad kuat untuk melanjutkan hidupnya. sendiri. di luar rumah yang selama 25 tahun ini dia tinggali.

….

……

apa kabar kamu?
kisah bertahun lalu itu terhenti karena aku taklagi tahu kabarmu, pun ayahmu, pun mama, pun dia, pun malaikat kecilmu. namun semoga semua semakin baik kini.

mungkin begitu Ia mengajarkan kepada kita
tentang rasa, tentang makna kehilangan,
tentang makna kebergantungan, tentang makna
kebersamaan yang memberkahkan, atau keberpisahan yang melegakan.

yang jelas, takdir takpernah salah berkisah, bukan?

kamu, apa kabar?
apa sunyi masih menjadi kekasihmu? terima kasih telah mengajariku banyak hal. pasti sekarang kau telah menjelma sebagai perempuan paling kuat yang pernah kukenal. semoga Allah senantiasa menjagamu dalam kebaikan dan ketaatan.

 
kangen selalu, 14/3/16
masih pinus30

 

 

 

Iklan