takada yang lebih mungkin dari doa #SebabPerjalananAdalahTeman –100

 

rain (1)

 

katanya kepadaku:
tidak ada yang paling mungkin dari doa. dia bisa mendekatkan yang jauh dan membuat mungkin hal yang paling mustahil pun.

kenapa kamu suka sekali berdoa?

sebab aku enggak tahu lagi kepada siapa aku meminta.
 
untuk?
 
semuanya. semua-muanya. terutama penjagaan-Nya kepadaku. kepada (calon) suamiku. kepada (calon) anak-anakku. kepada ponakanku. kepada adik kakakku. dan yang jelas kepada kedua orang tuaku.
 
kepadaku? iya, tentu kepadamu juga. kapan kamu berdoa?

kapan saja. tapi aku suka sekali menunggu saat azan dan iqomah kemudian berdoa, saat aku dalam perjalanan, saat hujan, juga saat ada di majelis dimana para malaikat berkumpul.  oiya, satu lagi saat antara ashar menuju maghrib di hari jum’at   :’)

segitunyakah?
 
idealnya, meski aku juga sering lupa 😥

kamu tahu? aku suka gelisah ketika bepergian, aku takut maut tiba-tiba datang dan tentu aku enggak tahu bagaimana posisi aku saat maut menjemput. jilbab aku di mana? baju aku? masih utuhkah? aku takut maut datang saat aku khilaf bermaksiat. na’udzubillah tsumma na’udzubillaah 😥
 
kamu suka serem kalau cerita.
 
aku enggak sedang menakut-nakutimu. aku juga takut kalau tiba-tiba ponakan aku kenapa-napa. kakak aku kenapa-napa atau siapapun itulah, orang-orang di sekitarku.
 
sudah, berhentilah cerita serem dan membayangkan hal-hal buruk.
 
aku taksedang membayangkan hal-hal buruk. hanya sedang berharap tentang kebaikan. itu saja. hingga akhirnya aku takpernah berhenti mendoa; agar aku, kamu, dia, mereka, kita selalu berada dalam kebaikan (keadaan baik, enggak kekurangan suatu apa, pun enggak sampai dijahatin) dan juga ketaatan. (istiqamah selalu, hingga akhir). 

kamu khawatiran. dan mikirnya terlalu jauh.
 
enggak ada yang jauh untuk doa. juga maut.

 

 

 

 

 

 

 

gerimis di pinus30,
22/3/16

 

 

Iklan