on a journey #SebabPerjalananAdalahTeman –101

untitled-1 (1)

– rubi tuesday

apa itu sepi? ketika seseorang membutuhkan
kehadiran orang lain di sisinya. bukan untuk
mengobrol. hanya untuk menemani. bahkan
keberadaannya saja sudah terasa begitu hangat.

apa itu rindu? jarak yang membentang tanpa alat
komunikasi. itu artinya susah payah. aku harus
mencari tetepon umum yang sulitnya setengah
ampun. telepon pertama, kabelnya putus. telepon
umum kedua, gagang teleponnya lengket. telepon
umum ketiga, tombol angkanya soak (angka 5 dan
9 nya bolong). telepon umum keempat jaraknya
puluhan ribu kilometer barulah bisa digunakan
dengan baik.

seandainya saja hidupku bisa lebih sederhana,
maksudku aku jatuh cinta kepada orang yang juga
mencintaiku. kami saling menyatakan cinta, lalu
menikah, memiliki anak, membesarkannya
bersama-sama dengan bahagia, lalu, dan lalu..

-pak sam

kau penulis ya? ya, ya, kau mengira semuanya akan
baik-baik saja, bukan? kau penulis yang terbiasa
hidup dalam dunia khayalan. kau penulis yang
mengira selalu bisa mengendalikan tokoh-tokoh
dalam ceritamu.

kau mengira laki-laki itu sebagai tokoh dalam cerita
yang bisa kau kendalikan. jadi ketika laki-laki yang
kau sukai bilang tidak, hal itu seperti mengguncang
kesadaranmu. penolakan itu seperti membangunkanmu dari tidur panjang. kau lebih pada kaget daripada malu. baru kemudian bersedih karena patah hati.

kau terlalu takut menghadapi kenyataan. takut
menerima kenyataan patah hatimu sendiri. kau lalu
memutuskan pergi. melarikan diri. mengepak
pakaian. menyiapkan kendaraan bobrok. lalu kau
bersepeda. keluyuran tanpa tujuan pasti. kau
sebenarnya sedang menyembuhkan rasa kagetmu.

dalam menghadapi halhal yang taksesuai dengan
pengharapanmu, dalam menghadapi kesedihan, kau
bisa memilih satu di antara dua. satu, hanya
bersedih dan membiarkan hidupmu berlarut-larut
pada kesedihan itu. atau dua kau bisa bersedih,
tapi ada usaha untuk melanjutkan hidup ke arah
yang lebih baik. kau bebas memilih.

“..pak sam seperti tengah memberitahuku bahwa
perkara patah hati bukanlah apa-apa. tidak
seharusnya aku bertindak berlebihan seperti ini.”

 
masih di hal 150
on a journey/desi puspitasari; yogyakarta, bentang,
2013.

 

 

bahagia itu dicipta bukan menunggu hingga..

maka sepenuh pilihan ada ditangan kita. menebar tawa suka, atau menularkan aura muram durja. sebab semua ada masanya, baik duka maupun gelak bahagia. semua juga sama muaranya.

beroleh ridha atau sebaliknya.

 

 

hujanΒ di antim24
26/3/16

 

Iklan