dialog hujan 2

tumblr_o272xkvAos1ugas5oo1_500
febuari, 2010
I

biarkan hujan sore ini membasahiku, pintamu.
sebab dengannya aku bisa mengartikan rindu.
hujanku untukmu, begitupula doaku..

II
aku baru sadar, aku sengaja tak punya jas hujan
semua atas nama ritual berbalut kenikmatan,
supaya aku punya alasan untuk berteduh,
lalu memandang hujan dalam diam.
apa yang sedang kau lakukan,
wahai penyair hujan?
adakah sunyi yang kau cari,
pada suara hujan yang jatuh di atap rumahmu
yang asri?
adakah sunyi yang kau cari,
dalam sesapan teh hangatmu yang tak berteman?
adakah sunyi yang kau cari?

III
kenapa harus diamdiam
mari rayakan riuh sunyi bersama patahan hujan
sebab ia akan menutupi kaca kita yang mulai retak
biarkan saja teh hangat itu tak berteman
beranjaklah kau dari sudut mangu
berpeluk kita nanti hangat mentari
tersenyumlah wahai kelana jiwa; Tuhan mencintaimu lebih dari yang kau perlu

19.18, desember 2014, diantara gerimis yang menderas

bukankah sunyiku dan sunyimu serupa?
ia menjelma kekasih bagi segala kata dan doa,
bagi tawa dan air mata.

bukankah riuhku dan riuhmu juga serupa?
tergelak merasakan tampias menampar sejuk kulit yang
terlanjur memutih pucat.

pada mereka mungkin kita paling berterima kasih,
sebab dengan cara paling romantis telah
menghangatkan jiwa bersama ruah pinta tentang
indah surga

17.31, april 2016, jelang senja yang mendung

aku percaya hujan. ia bisa melarung bulir dari bilur yang sempat membiru. ah, ya.. bukan pada hujan aku percaya. tapi pada Dzat yang menghadirkannya. Ia jua yang selalu mengilhamkan cinta dan rinduku padamu.

membacamu:
apa rasa hujan?
jika ia cinta, mengapa membiar genangan sempurna menjadi kenangan? jika ia doa, harus berapa titis gerimis yang bisa menjelmakannya menjadi nyata?

aku:
lalu apa kabar harimu?
semoga Allah selalu menjaga rasamu. mendekapmu hangat, berteman kebaikan dan sepenuh menjaga ketaatan.

aku mencintaimu selalu, pada senyum dan doa tanpa jeda :’)

 

 

percakapan kecil dengan eva kelana, febuari 2010
pinus30, 21/04/16

 

 

 

Iklan