lihat dari sisi yang berbeda #SebabPerjalananAdalahTeman –127

tumblr_n7fvmg8okB1t0i1e4o1_500

 

Adalah Ibrahim bin Adham, seorang Guberbur di Balkh yang masuk wilayah Kerajaan Khurasan. Dikisahkan suatu hari seorang prajurit yang baru pulang dari medan peperangan bertemu dengannya di pinggir kota. Lalu sang prajurit bertanya dimanakah letak perkampungan. Ibrahim bin Adhampun menunjuk ke arah pemakaman. Tetapi tanpa basa basi tiba-tiba prajurit tersebut langsung menampar Ibrahim bin Adham hingga berdarah. Ternyata prajurit tersebut menyangka tengah dipermainkan oleh Ibrahim bin Adham.

Lalu seseorang lain yang tengah membersamai mereka berkata kepada sang prajurit, “Mengapa kau tiba-tiba menamparnya? Apakah kau tidak tahu, jika beliau adalah Raja Ibrahim bin Adham?” Prajurit tersebut sangat terkejut dan serta merta meminta maaf seraya terbata-bata. Akan tetapi Ibrahim bin Adham menjawab, “Ketika engkau menampar, aku mohonkan kepada Allah agar engkau mendapatkan surga.”

Sang prajurit tersebut pun keheranan dan bertanya, “Mengapa Engkau berbuat demikian, wahai Tuan?” Lalu Ibrahim bin Adham menjawab, “Wahai prajurit, kamu telah memukulku tetapi aku memaafkanmu. Dan hal ini menyebabkan aku mendapatkan pahala besar yang bisa mengantarkanku masuk ke dalam surga. Sehingga karena jasamu itulah aku memohon kepada Allah agar engkau juga mendapatkan surga.”

 

Seringkali dalam keseharian kita mendapatkan ‘tamparan’ serupa. Sebuah kesalahpahaman yang bisa menjebak diri menuju kondisi sempitnya jiwa dan kemudian menyalahkan orang lain tanpa tahu maksud sesungguhnya. Namun sepenggal kisah di atas telah mengajarkan kepada kita tentang sebuah makna peristiwa. Dengan tutur sederhana, Ibrahim bin Adham mampu melihat jalan surga melalui rasa sakit yang diterimanya.

Dalam hidup diperlukan jiwa yang bijak untuk melihat secara utuh suatu rentetan cerita. Bukankah tak satu pun peristiwa yang Allah hadirkan tanpa disertai alasan? Bencana yang hadir tanpa permisi, kejahatan yang makin mengusik ketenangan hidup, tekanan pekerjaan dan juga masalah-masalah yang membelit keluarga. Bisa saja semua itu dianggap sebagai penderitaan hingga mengakibatkan keluh kesah yang berkepanjangan.

Sejatinya semua peristiwa pada setiap episode hidup kita mempunyai muara yang sama, yaitu surga atau neraka. Jika kita menyadari bahwa hal tersebut bisa membukakan pintu neraka lebar-lebar, maka mengapa kita tidak memutar langkah dan kemudian dengan sungguh mencari pintu surga?

Sebab surga juga menyediakan banyak pintu yang bisa terbuka dari arah mana saja. Karenanya lihatlah selalu dari sisi yang berbeda, akan banyak jalan kebaikan kita temukan di sana.

 

 

 

 

#ramadhan7, sudah sampai mana tilawahmu, Tin?

antim24, 12/6/16 I 2.04

 

 

Iklan