kita yang takpernah bisa mengalahkan waktu

giphy (2)

 

“akhirnya hari ini datang juga.”
“akhirnya semua kan kembali bermula.”
“dengan masih seperti semula.”
“menurutmu begitu?”
“iya, bukankah selama ini semua hanya rotasi? kita memang tetap bergerak, tetapi suatu waktu kita akan melewati jalan yang sama lagi. kita sudah pernah melewati masa seperti ini tahun lalu bukan?”
“aku tahu, tapi tentu ada yang tetap berbeda.”
“enggak ada. hanya waktunya saja yang berbeda.”
“bukan itu. tapi caramu melewatinya yang akan menjadi pembeda. jika kau masih merasa sama, berarti jiwamu berhenti di lebih dari 300 hari lalu.”
……

 

kita memang takpernah bisa mengalahkan waktu. namun tapak yang tertinggal dapat menjadi penentu segala. ia juga penanda yang senantiasa mengiringi ‘kekalnya masa’. hingga kelak Sang Maha, berkehendak memberikan balasan-Nya.

syawal ini, bukan sekadar momen untuk saling memaafkan, tapi seberapa dalam jejak kebaikan ramadhan yang masih tinggal. syawal juga bukan melulu tentang kemenangan, tapi isak kesedihan atas kepergian ramadhan.

taqabbalallahu minna wa minkum!

maaf pada batas terdalam rasa yang kupunya. semoga aku, kamu, masih berjumpa ramadhan tahun depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

dini hari di kebumen
3 syawal 1437 H
8 juli 2016

 

 

 

 

Iklan