menghadapi masalah #SebabPerjalananAdalahTeman –136

untitled-1 (1)

seorang perempuan tampak berdiri di pinggir jalan. sesekali mundur untuk menghindari pengendara sepeda motor yang melaju dengan kencang. langkahnya menyiratkan keraguan, bahkan ia mulai kembali melangkah ke arah trotoar, berharap kendaraan makin sepi dan ia bisa menyeberang tanpa rasa takut.

berkali-kali ia menengok ke kanan dan ke kiri. berhenti sebentar, tetapi kemudian melangkah mundur lagi.

ia takkunjung menemukan celah untuk menyeberang di antara lalu lalang kendaraan yang semakin padat. dari bahasa tubuhnya, nampak ia semakin ragu dan ketakutan.

lain waktu ada seorang penyeberang yang sekilas memang tampak ada jeri di wajahnya. namun ia tetap berdiri di pinggir jalan. matanya awas melihat kanan kiri mencari celah di antara kendaraan. begitu terlihat sedikit celah, ia melangkah maju. tangannya memberikan isyarat kepada kendaraan untuk berhenti sebentar atau jalan perlahan. ia sempat terhenti di tengah jalan dan membiarkan kendaraan yang lewat, hingga akhirnya ia selamat sampai seberang jalan.

 

seringkali begitulah hidup. anggaplah masalah yang ada di depan kita sebagai kendaraan. terkadang ia hanya motor bebek yang jalan perlahan, truk yang berlari kencang sarat muatan, atau bahkan becak yang sudah reyot. tetapi tetap saja, kita harus melewatinya jika ingin mencapai seberang. maka segeralah fokus berdiri di pinggir jalan dengan segenap strategi dan sinergi otak, mata, tangan, kaki, serta hati. jika tidak,  maka raga kita yang akan menjadi korban. 

meski takjarang, masalah yang datang ternyata membuat kita semakin ciut menjalani hidup. bukannya fokus mencari penyelesaian, ternyata langkah yang kita ambil justru menjauhkan diri dari solusi yang dicari. bisa saja kita mengajukan pledoi, menunggu saat yang tepat untuk melangkah, atau tengah membuat strategi jitu dahulu.

tapi mungkin kita lupa pada satu hal, bahwa waktu takbisa menunggu. ia terus berjalan dengan atau tanpa kita menyertainya. Allah juga telah menegaskan, bahwa kemudahan akan selalu menyertai kesulitan yang tengah kita rasa.

diakui atau tidak, seringkali masalah yang menyapa, sedikit demi sedikit telah menggerus keyakinan kita akan kehadiran-Nya, akan pertolongan yang dijanjikan-Nya ada di setiap apapun cerita.

hingga akhirnya, seberapa besar keyakinanmu terhadap Allah, maka sebesar itupula energi yang kau punya untuk menghadapi hidup dan segala permasalahannya dengan kepala tegak.

 

 

 

 

 

 

 

 

**NtMS. lodaya 38A

 

 

 

 

Iklan