yang terakhir #SebabPerjalananAdalahTeman –144

tumblr_o01gtzvnqo1uckjo7o1_500

“titin mboten saged wangsul nggeh, pak. ngapunten. nanggung.”
“dadi kowe setu ngesuk ora bisa bali? ya wis rapapa, minggu ngarep bae.”

suara cadel itu takbegitu jelas kudengar. beberapa kali kakak yang ada di sampingnya menerjemahkan apa yang dikatakan lakilaki tercinta itu. dan aku baru sadar, itu adalah obrolan terakhirku dengannya. takada ‘minggu depan’ lagi bagi kami. tugasnya telah (sem) purna.

saat itu kamis, 27 oktober 2011 yang hari dan tanggalnya sama persis dengan saat ini, aku mendadak keluar ruangan untuk menerima telfon dari kakak. kondisimu masih sama. obat yang pereda nyeri yang sengaja diberikan membuatmu bisa tidur sepanjang hari, sepanjang malam. bahkan saat dibangunkan untuk shalat pun rasarasanya kesadaranmu belumlah utuh. suaramu mulai cadel dan susah kami terjemahkan.

“tapi de, kadang mba nung kan ngantuk pas maos ma’tsurat, nopo tilawah tapi bapak nyadar loh, trus nggugah mb nung.”

bapak, adalah jurnal tanpa titik. cerita tentangnya takkan pernah habis. sebagaimana para bapak yang lain di dunia, ia adalah juara :’)

dan jika hari itu, lima tahun lalu adalah obrolan terakhir dengan bapak, lalu bagaimana jika ini adalah postingan terakhirmu, Tin? atau begini saja, jika kamu diberi waktu semalam dan besok kau pergi selamanya, apa yang akan kau buat di 12 jam ke depan?

 

 

 

 

**lima tahun lalu, aku taktahu bahwa 3 hari lagi kita taklagi bisa bertemu.
bandung hanya mendung hari ini. 27/10/2016

 

 

 

 

Iklan