berserah #SebabPerjalananAdalahTeman –145

eujqmto

 

mungkin ada titik di mana kita memilih untuk berhenti saja. duduk di tepian jalan dan menikmati lalulalang. memandang anak-anak berseragam putih merah yang berlalu riang. mendapati sepasang kakek nenek yang saling bergandengan. merasakan sepoi angin yang acap melenakan.

ada saat di mana kita bahkan hanya ingin mendengar degup jantung sendiri. merasai detak yang masih Ia izinkan menghuni tiap detik hidup kita. menghirup dalamdalam udara malam, menyediakan diri berteman dengan riuhnya sepi, terkadang jeri.

hingga bisa jadi, setelah segala upaya dan doa, ada waktu untuk meluruhkan segala rasa. membiar hujan menghanyutkan air mata untuk menyamarkan bening bulirnya. lalu tersenyum dan berkata, “sekarang terserah, aku berserah.”

 

bismillah..  🙂

 

 

 

 

 

 

bandung cerah, 28/11/16

 

 

 

Iklan