hujan di kelopak

 

gerimis bunga

 

padahal sudah kupunguti bulir merahjambu di pipimu hingga hujan hanya membayang pada sekeranjang doa yang takpernah alpa melesat membersamai cahaya pagi yang masih belia cahaya di sepenggalah dhuha cahaya putih matahari saat ia menggelincir dari atas kepala cahaya senja ketika ia merona jingga cahaya rembulan di awal sepertiga dan cahaya-cahaya di antaranya yang kini menjadi karib bagi kelopak untuk mewartakan cinta mempersunting senyum dalam bilur bening air mata.

 

hujanku untukmu, begitupula doaku,

 

 

: bapak, kangen.

 

 

 

 

 

 

 

 

berkali repost,
sore di lodaya 38A.
14/3/17

 

 

 

 

 

 

Iklan