di mana kamu berdiri? #SebabPerjalananAdalahTeman –155

tenor

 

apapun yang kau lakukan, hal itu hanya menegaskan posisi di mana kau tengah berdiri saat ini dan (bisa jadi) di akhirat nanti.

maka berhatihati saat berkata, berhatihati saat menulis,
berhatihati saat bercanda, dan yang jelas, berhatihati saat berniat.

sebab, apa yang kita harapkan selain kebaikan yang mengikuti tulisan,
perkataan, senyum, tangisan bahkan rasa marah yang meledak atau tertahan?

selamanya, kita bertanggung jawab terhadap ‘persepsi’ orang
lain, selain tentu harus mempertanggungjawabakannya di hadapan
Sang Maha Segala. jangan sampai apa yang kita lakukan menjadi inspirasi untuk berbuat keburukan.

na’udzubillah, tsumma na’udzubillaah..

seperti saat mengedit foto. meski kita takbisa membaca persepsi oranglain saat melihat hasil foto kita, tapi sebenarnya kita bisa ‘mengendalikan’ persepsi mereka. kesan yang terlihat dari foto itu bisa jadi serupa karena emosi yang kita bangun di sana.

seperti saat menulis. apa yang kita rasakan akan selalu terbawa dan menemukan alamatnya sendiri. ia bisa menenggelamkan seseorang ke laut kesedihan, bisa mengangkat tinggi ke awangawang atau bisa membantu kembali memunguti keping harap yang terlanjur berjatuhan.

kau ingin jadi yang seperti (si)apa?

hingga, di mana kita berdiri sekarang, di sanalah pintu yang akan membawa kita masuk ke dalam rumah di kehidupan abadi nanti. maka itu, libatkan Allah selalu dalam proses tentang segala. agar taksempat tersesat, agar mudah menemukan jalan pulang jika beberapa saat kau menghilang.

 

 

 

 

 

 

NtMS as always,
lodaya 38A sore, 25/5/17

 

 

 

Iklan