aku berbuat baik untuk diriku #SebabPerjalananAdalahTeman –160

“kamu gakpernah bosen menjadi baik?”

“maksudmu?” perempuan di sebelahku mengernyitkan dahi.

“kamu selalu baik sama orang, selalu mau meluangkan segenap waktu semampu kamu bisa. tapi lihat dirimu..” aku meliriknya sekilas.

“pertanyaan macam apa itu?” dia tersenyum, lebih terlihat satire.

“kamu salah. aku gakpernah baik pada mereka. aku hanya sedang berbuat baik pada diriku sendiri.” ia menerawang.

“aku hanya takingin, mereka, orangorang yang kau bilang sering merepotkanku takmengalami apa yang kurasa.”

ada jeda yang kentara. aku membiarkannya.

“aku selalu takut merepotkan. aku sering enggan meminta tolong. aku takingin orang lain mengalami hal itu, setidaknya saat dia berhadapan denganku. rasanya sangat sedih, saat aku sendiri taktahu harus bercerita dan meminta tolong ke siapa ketika membutuhkan bantuan.”

“aku ingin membuat orang yang berdekatan denganku nyaman. dan takmenjadi orang sepertiku. kasihan.” aku terdiam. ternyata aku juga bukan orang yang peka, aku takpernah tahu kapan sahabatku ini butuh bantuan atau tidak.

“setidaknya perlakukan orang lain sebagaimana kau ingin diperlakukan. sebab itu ukuran paling sederhana untuk membahagiakan saudara. mungkin takselalu benar, tapi kau boleh mencobanya.”

“kenapa? kau ingin protes, karena aku melakukannya penuh pamrih? bukan karena Allah tapi untuk diriku sendiri. begitulah. aku memang egois. maafkan.”

“kamu udah benar, kok. hanya saja jangan seperti lilin yang rela membakar dirinya juga, ah.  dan lagi yang berhak menilai ikhlas atau tidak hanya Allah. pun Dia yang menentukan segala usaha yang kita lakukan berpahala atau tidak.”

“kamu berlebihan!” dia menoyorku dan pergi begitu saja.

hal jazaaul ihsani illal ihsaan, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan juga. (QS. Ar Rahman: 60)

lodaya cerahceria,
08/01/18

 

Iklan