hujan sudah

hujannnn

hujan sudah

tanpa kenang

tinggal genang

pupus sudah. kuncup yang baru menyembul di wajah tanah. mengalir bersama curahcurah air berkah

.

ada secangkir teh takbertuan di sudut meja menghadap jendela. mungkin tengah menunggu tuannya pulang, atau menunggu gelas cokelat hangat sebagai peneman

hujan sudah

tanpa abaaba langit menumpahkan kesegaran di ladangladang kering. menawarkan kesejukan hingga ujung musim.

“kamu kenapa suka teh?”

“aku lebih suka cokelat panas.”

“kamu kenapa suka gambar?”

“aku lebih suka nulis, gambarku acak-acakan.”

“kamu suka hujan, kan?”

“yee, kali ini kita sama.”

“aku pengen bikin balkon belakang khusus buat hujanhujanan, malahan.”

 

aku masih berdiri di sudut jendela. memerhatikan fragmen kosong di depanku. nyatanya cangkir itu masih sendirian. tehnya semakin dingin. asapnya sudah hilang tertelan sepi sedari tadi

“memang kamu kemana?”

 

 

 

hujan deras sekali di bandung
08/03/18

Iklan