takperlu jika nanti #SebabPerjalananAdalahTeman –164

 

“aku pernah ingin sekali mengenal seseorang, tapi pas udah kenal rasanya biasa saja. ia takseisimewa yang kubayangkan, tak secerdas, seramah, sebaik yang kuharapkan.”

“aku dulu ingin sekali berada di kondisi sekarang, mempunyai barang yang kupakai sekarang, berada pada posisi sekarang yang bahkan dulu takpernah kubayangkan. namun sekarang ternyata rasanya semua biasa saja.”

adakah yang salah?

ada. yang salah tentu hati kita yang selalu menakar segala sesuai mau kita. yang salah tentu wadah yang kita siapkan untuk menampung sesuatu yang tiba-tiba atau bertahap diberikan-Nya.

orang yang kau kenal taksalah, tapi pikiranmulah yang berlebihan membuat penilaian. ia lupa menyisakan satu sudut luang untuk segala kurang yang sempat kau lihat. kau lupa, entah sepanjang apa daftar kekurangan dalam diri. jika bukan karena kebaikan-Nya, jika bukan karena kelapangan saudara di sekelilingmu, niscaya kau pasti sendirian. sebab bisa jadi takada yang mau berdekatdekat denganmu lagi.

hingga pada segala yang menimpa, pada apa yang terharap, pada segala yang melekat dahulu hingga kini, pasti ada masanya. karena satu yang takpernah ada masanya adalah; bersyukur.

takperlu waktu khusus untuk melakukannya. takperlu saat masa susah atau sudah senang. takharus besok atau besoknya lagi, saat ingin mewujud nyata. saat satu persatu doa menemui pengabulan-Nya. takperlu saat biasa atau masa yang menurutmu menjadi istimewa.

 

bersyukurlah sekarang. saat ini. takperlu menunggu ‘jika nanti’,

 

 

 

 

 

tengah hari yang cerah di bandung

09/03/18

 

 

 

 

Iklan