menunggu hujan

meratap jenak

mengapa lenguh berdetak

lelap tanpa gegap

gegap tanpa tanggap

pada perjanjian yang terburai

lelaku senyap dari harap

netra tak lagi berkaca

namun rerinai menyemai semesta

apatah dikata

langit menurunkan titah

tatihku jeda

lirih merintih pedih

tunduk menatap ceruk

letih

bumilangit mustahil satu

gemintang tak lagi matahari

hanya malam berteman bulan

dan pagiku menunggu hujan

;sbb lengkung 7rupa alpa tanpa rinai semesta

1.43_25.8.9