–kau
“tetiba terasa hari amat cepat berlalu kaupun semakin menjauh dari riuh gemuruh suara gaduh mulutku yang memaksamu membaitkan doa petang-pagi untukku” –kau, 2012–
“tetiba terasa hari amat cepat berlalu kaupun semakin menjauh dari riuh gemuruh suara gaduh mulutku yang memaksamu membaitkan doa petang-pagi untukku” –kau, 2012–
poto: sirius bintang aku tahu, kita samasama tengah memasak cinta di pelataran senyumNya. menatap teduh purnama yang separuh dan aku juga tahu, waktu adalah sekoci rindu paling laju, dengan riang menggenangkan doa, membiarkannya… Read More
foto: sirius bintang seringkali sendiri terlalu sunyi untuk kita nikmati (rifzahra, 2011) “sebab tanpa kau pinangpun, sunyi sudah memelukmu. maka ajaklah ia bermain di halaman depan. memungut gelak yang mungkin tersembunyi di sebalik rumput.… Read More
Aku ingin berkata maaf, untuk waktu yang terlipat Serta rindu yang mulai mencuri tempat Di hati, di jiwa, di seluruh otak kita Pada lirislirik yang mulai memayah Merintih lirih menghamba luka kadang bahagia… Read More
rindu, adalah bukan tentang jarak seberapa mil entah ia terpisah. namun tentang kenang kebersamaan. akankah ia bisa kembali terulang. rindu, adalah bukan tentang jarak seberapa mil entah ia terpisah. namun tentang waktu yang… Read More
sejatinya pada siapa engkau ingin berscerita? tentang kesah, tentang detik yang gelisah, tentang cinta yang terbelah. tak utuh lagi untukNya. mengapa masih juga kau manjakan hati, sayang. membuang waktu sepenuh kelopak matamu. menguar… Read More
Dalam sebuah forum aku ditanya, “Apa yang membuatmu lelah?” Ya, karena setiap kita pernah merasakan lelah. Meski dengan berbagai sudut pandang ia bisa ditengarai, namun mau tak mau ia berpangkal pada panglima dari… Read More
“Hujan selalu punya mata. Matalalu. Matarindu. Matalaku” Menurutmu mana yang lebih tajam diantaranya? Manakah ia yang menjadi ratu dalam detak detikmu menikmati rintik ritmis air cucuran awan itu? Rasa-rasanya nuraniku terlalu buram untuk… Read More